10.000 Keping adalah Keniscayaan

Gading HS

by: Gading Hamonangan* | Source: gadinghs.wordpress.com |

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing! Ini adagium yang paling tepat untuk menambah semangat. Gotong Royong mungkin ini istilah yang paling tepat pula untuk menggambarkan strategi pencapaian target penjualan 10.000 keping.

Pengantar di atas sengaja saya ungkapkan mengingat banyaknya sikap pesimisme yang muncul saat kita berbicara mengenai industrialisasi musik di Aceh.  Banyak kehawatiran dan hitung-hitungan yang sebenarnya malah membunuh semangat berkarya dan seterusnya dapat membunuh harapan akan sebuah keberhasilan. Tapi tak perlu juga menyalahkan sikap seperti itu, wajar saja sikap seperti itu muncul.  Bisa akibat dari ketidaktahuan, atau bisa pula sebagai akibat dari ketidakpedulian. Ketidakpedulian yang saya maksudkan adalah ketidakpedulian kita secara keseluruhan terhadap kemampuan dan kekuatan yang sedemikian besar yang kita miliki dalam lingkup komunitas musisi dan seniman Aceh.

“Ketidakpedulian yang saya maksudkan adalah ketidakpedulian kita secara keseluruhan terhadap kemampuan dan kekuatan yang sedemikian besar yang kita miliki dalam lingkup komunitas musisi dan seniman Aceh.”

Pendekatan dari perspektif komunal adalah hal yang paling mendasar dan paling mungkin untuk dijangkau sebagai target pemasaran. Mengapa? Karena anggota komunitas musik di Aceh berjumlah melebihi ambang Break Event Point  (BEP) sebagai target minimal penjualan. Gabungan Musisi Aceh (GMA) misalnya. Saat tulisan ini saya buat jumlah anggota/teman di akun media sosial Facebook telah berjumlah 880 orang.  Sebagai starting point, GMA telah memiliki pasar sejumlah itu.

Dalam hitungan kriteria evaluasi proyek, total ivestasi yang dibutuhkan untuk produksi 10.000 keping VCD lebih kurang 80 jutaan.  Angka ini sudah termasuk biaya produksi audio dan video serta replikasi yang totalnya berkisar Rp.8.000 / pcs. Dengan asumsi harga jual ditingkat konsumen sebesar Rp. 20.000,-  Maka BEP -nya ada di angka 4000 keping! Jika anggota/teman GMA yang berjumlah 880 orang dijadikan sebagai buyer dan seller, maka angka harapannya untuk mencapai BEP itu adalah 5 keping saja setelah dibulatkan.

Tidak perlu menghitung keuntungannya lah. Kalau mau di hitung ya silahkan saja pasti semua bisa menghitungnya. Hitungan saya cukup sebatas keuntungan lain diluar materi, yaitu; pertama, akan banyak album musisi & band anak Aceh yang muncul; kedua, akan timbul multiplayer effect lainnya semisal terdokumentasinya karya-karya musisi kita, ketiga dan seterusnya silahkan mereka-reka sendirilah!

“… pertama, akan banyak album musisi & band anak Aceh yang muncul; kedua, akan timbul multiplayer effect lainnya semisal terdokumentasinya karya-karya musisi kita … “

Kembali kepada judul “10.000 Keping adalah Keniscayaan,” berarti setiap Anggota GMA misalnya harus berupaya menjual sebanyak 11 keping saja! Mungkinkah? Jawabannya tentu ada pada kita. Tak perlulah kita lemparkan ini kepada, fans, penikmat, atau masyarakat luas, atau di komunitas lainnya di luar GMA, karena jawaban itu ada pada setiap anggota.

Saya tidak bermaksud menafikan komunitas lainnya di luar GMA, ini hanya sebatas apresiasi saya terhadap kehadiran GMA di tengah masyarakat Aceh pada umumnya dan musisi Aceh pada khususnya.

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing! Saya yang ringannya sajalah, saya sanggup menjual 11 keping. Bagaimana dengan anda, siap bergotong royongkah?

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing! Saya yang ringannya sajalah, saya sanggup menjual 11 keping. Bagaimana dengan anda, siap bergotong royongkah?”

* penulis adalah seorang aktifis sosial, Produser, Pencipta Lagu, Musisi, Owner Centra Enterprise.

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: