Atsushi Kadowaki, seniman peduli bencana

Atsushi Kadowaki, source: twitter
Atsushi Kadowaki, source: twitter

Atsushi Kadowaki, seniman Jepang yang baru saja melakukan kolaborasi dengan penyanyi cilik Aceh Celia Cinta (baca Penyanyi cilik Celia Cinta kolaborasi dengan Musisi Jepang), ternyata sudah beberapa saat ini pulang-pergi Aceh-Jepang bersama Chikyuu Taiwa Rabo atau The Laboratory for Global Dialogue, yaitu sebuah lembaga kegiatan pertukaran internasional dengan cara berdialog melalui internet teleconference antar masyarakat Jepang dan negara-negara lain, termasuk Indonesia. Lembaga ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat dan anak-anak untuk menyelenggarakan kegiatan pembuatan video  yang bertujuan untuk dapat mengungkapkan pemikiran-pemikiran mereka. Kerjasama dengan Aceh sudah dimulai  sejak 2013.

Seniman kontemporer yang dilahirkan di Sendai, Jepang, 47 tahun lalu ini terpanggil untuk terjun membantu masyarakat di kampung halamannya yang terdampak bencana tsunami Jepang pada 11 Maret 2011. Gempa dengan kekuatan 9 skala magnitude telah menimbulkan tsunami yang dasyat di daerah Tohoku (timur laut Pulau Honshu).

Dia sangat sedih dengan akibat yang ditimbulkan oleh gempa tersbut, yaitu tsunami yang dasyat dengan ketinggian hingga 40 m di daerah Miyako (Povinsi Iwate) dan mengalir sangat jauh hingga 10 km di kota Sendai yang merupakan ibukota Provinsi Miyagi dan juga adalah kota terbesar di daerah Tohoku. Dia pun kemudian terlibat di dalam berbagai upaya untuk membangun kembali daerah Tohoku. Salah satunya adalah dengan proyek “Oshiruko Cafe” dan menerbitkan “Koran Anak Ishinomaki”.

Lulusan tahun 1992 dari Tokyo University dengan bidang Foreign Studies ini kemudian mencoba mengangkat kisah bencana ini ke dalam musik dengan sebuah proyek hip-hop yang diberi nama Rap Inclusion. Di proyek ini, Atsushi berkolaborasi dengan banyak seniman dan masyarakat korban bencana tsunami 2011. Hingga kini Rap Inclusion sudah menerbitkan 3 album dengan label STARTtohoku. Album ke-4 nya akan diluncurkan pada tanggal 26 Desember 2016 ini.

Atsushi adalah penganjur “community arts” di daerahnya, yaitu sebuah kegiatan kesenian dengan setting mengedepankan dan melibatkan masyarakat. Umumnya menghasilkan produk seni  yang kontemporer. Kesenian yang disebut juga dengan dialogical art atau community-engaged ataupun community-based art terkenal di Eropa dan Amerika setelah perang dunia kedua.

Sebagai seorang seniman, Atsushi sudah melakukan banyak eksibisi, antara lain:

Solo exhibition:
2005 Gallery Edit, Sendai
2004 Contemporary Museum of Seishi Nakamoto, Sendai.
2002 Ono Gallery, Tokyo.
2002 Ono Gallery, Tokyo.

Group exhibition & competition
2005 New Art Competition of Miyagi 2005
2005 Keidai Art, Nagano, 2005
2005 Yarn Rainbow ovet the Museum, Nagano
2004 Togabi Project, Nagano
2004 Sendai Art Annual 2004, Sendai
2004 TANABATA.org Art Project 2004, Sendai
2003 Sendai Art Annual 2003, Sendai
2003 Lifetown Art Tour, Sendai.
2003 TANABATA.org Art Project 2003, Sendai
2003 Seishi Nakamoto Art Week, Sendai
2002 Sendai Art Annual 2002, Sendai

Bersama Chikyuu Taiwa Rabo, Atsushi akan menggelar sejumlah kegiatan “Community Arts” dalam peringatan 12 tahun tsunami Aceh tanggal 26 Desember 2016, yang akan mengambil tempat di Museum Tsunami dan situs PLTD Apung, Banda Aceh.

Untuk mengenal lebih banyak siapa Atsushi Kadowaki, pembaca bisa membuka website resminya www.kadowakiart.com dan bisa menyapanya melalui akun twitter @kadowaki atau di laman facebook-nya.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: