Bedah Gitar: Guitar Pickups – Bagian Kedua

By: Robby “Glyph” Freakenstein  | ARTROCK Guitars Endorser | Clinician | Guitarist of Glyph|

Bagian keenam Bedah Gitar  akan membedah bagian pickups dari sebuah gitar elektrik. Artikel ini ditulis oleh Robby Freakenstein dari ArtRock Guitars, dan merupakan bagian kedua dari dua tulisan.

Check tulisan pertama di tautan ini: Bedah Gitar: Guitar Pickups – Bagian Pertama

Pickup Passive VS Active

EMG Active pickups
EMG Active pickups

Pickup passive umum kita temukan pada gitar2 manapun. Pickup passive tidak membutuhkan battery untuk membuatnya bekerja. Sedangkan pickup active membutuhkan battery untuk membuatnya bekerja.

Pickup Active mempunyai output yang lebih besar, treble yang lebih open, dan noise yang lebih kecil, serta meminimalisir kemungkinan loss signal yang disebabkan oleh penggunaan kabel yang panjang ataupun rangkaian effect yang banyak.

Bukan berarti pickup passive tidak lebih baik dibanding pickup active. Karena semua balik ke selera player. Gitaris seperti Eddie Van Halen, Steve Vai, Joe Satriani, Paul Gilbert, pun masih pakai pickup passive. Sementara gitaris-gitaris lain seperti Kirk Hammet, Steve Lukather, dan banyak gitaris-gitaris era sekarang, menggunakan pickup Active.

Contoh merek pickup active; EMG, Seymour Duncan Blackout, Dimarzio D-Activator, dll.

Pickup Mounting System

09 Pickup direct mounted
Artrock RTL-130Q FR

Ada 2 macam system pemasangan pickup pada guitar, yaitu direct mounted dan menggunakan pickup frame. Pada system direct mounting pickup, resonansi kayu body akan lebih terasa, karena pickup langsung berhubungan ke body.

10 Pickups frame
ArtRock John Paul Ivan Signature Series

Pickup Magnet

Magnet yang umum kita temukan pada pickup guitar adalah Alnico dan Ceramics. Kedua type ini tentu memiliki karakter yang berbeda.

Alnico

Untuk gitaris yang menginginkan tone yang lebih versatile (serbaguna), Alnico adalah pilihan tepat. Tone yang dihasilkan lebih classic vintage.

Alnico mempunyai beberapa type, yaitu;

    • Alnico II, memiliki sound yang lebih lembut dan ter-compress
    • Alnico V, memiliki sound yang lebih bright dan powerfull
    • Alnico IIX, memiliki sound yang lebih bright dan lebih powefull. Beberapa gitaris menyebut magnet ini memiliki power seperti Ceramic dengan karakter Alnico

Ceramic

Bagi gitaris yang menginginkan tone dan output yang cocok untuk sound distortion, Ceramic bisa menjadi pilihan bijak.

Electronic Control

Artrock RTL-130Q FR
Artrock RTL-130Q FR

Dalam sebuah gitar, kita akan menemukan kenop Volume, Tone, dan switch, yang bertugas mengatur pickup untuk berfungsi.

Volume bertugas mengatur besaran volume dari pickups, walaupun sebenarnya kenop ini lebih berfungsi sebagai pengatur besaran gain. Sedangkan Tone berfungsi sebagai pengatur besaran dari treble atau bass dari pickup. Semakin dibuka, maka semakin treble (open) sound nya.

12 Control 3

Switcher berfungsi sebagai pemilih pickup yang digunakan. Kita bisa aktifkan Bridge, neck, atau keduanya sekaligus. Bisa juga mengaktifkan mid pickups, mid+bridge, mid+neck (guitar dengan 3 pickups seperti model strato),

Ada beberapa macam switcher yang kita temukan dalam gitar. Lever, Toggle, atau Rotary.

13 Control 2
ArtRock RLP 200 F

Lever switch memiliki 5 atau 3 pilihan pengaktifan pickup. (Artrock RTL-130Q FR, Gugun sign series, Fender Stratocaster, Artrock RMA-300Q FR, dll)

Toggle switch memiliki 3 posisi pengaktifan pickup. (Artrock RLP, Artrock JPI, Gibson Les Paul, dll)

Sedangkan Rotary memungkinkan pemilihan yang lebih luas. (PRS Custom 24, Yamaha, Line6 Variax, dll)

Pickups dan Potensio

Potensio pickup tentu adalah bagian penting dari pickup karena dari part inilah seorang gitaris menentukan besaran gain/volume dan tone yang dibutuhkan saat bermain.

Potensio 250K umum digunakan pada pickup active. Potensio ini juga bekerja sangat baik untuk single coil pickup karena menahan high freq sehingga sound menjadi warm.

Potensio 500K umum digunakan pada pickup passive. Menggunakan potensio ini pada pickup humbucker tentu menjadi pilihan bijak, karena potensio ini membuat frequency high lebih bisa terbuka.

Push-pull potensio

ArtRock John Paul Ivan Signature Series
ArtRock John Paul Ivan Signature Series

Potensio type ini dapat ditarik dan ditekan kembali sebagai fitur tertentu. Umumnya didesign sebagai coil tap, dengan metode wiring tertentu, dapat merubah fungsi kerja pickup (Humbucker <> Single), atau bahkan dapat merubah konfigurasi wiring (series <> paralel) atau (in phase <> out of phase).

ArtRock John Paul Ivan Signature Series
ArtRock John Paul Ivan Signature Series

Push-pull potensio juga dapat digunakan sebagai pickup switcher, seperti digunakan pada gitar Caprison Mathias Eklundh (Freak Kitchen)

 Paralel VS Series (Wiring)

Jika mengaktifkan 2 pickup (neck+bridge, neck+mid, bridge+neck) dalam waktu bersamaan, ada beberapa kemungkinan wiring yang terjadi, yaitu Series dan Paralel. Umumnya gitar yang kita temukan di pasaran sudah dirancang dalam bentuk paralel. Perbedaan keduanya adalah besaran output yang dihasilkan. Paralel memiliki output yang lebih kecil dibandingkan rangkaian series

Jika kita melihat dengan rumus, maka;

Paralel :

= (induksi neck PU x induksi bridge PU) / (Induksi neck PU + induksi bridge PU)

= (10mh x 10mh) / (10mh + 10mh)

= 100mh : 20mh

= 5mh

Series :

= (induksi neck PU + induksi bridge PU)

= 10mh + 10 mh

= 20mh

 In phase VS Out of phase

Saat mengaktifkan 2 pickups dalam waktu bersamaan (baik dalam series ataupun paralel), kita masih dihadapakan pada pilihan, In phase atau out of phase. Perbedaan keduanya adalah frequency dan besaran output tentunya. Umumnya produksi gitar sekarang sudah di-wiring dalam keadaan “in phase”.

Out of phase membuat sound “mid scope” yang berkesan “hollow“, output tentunya semakin kecil. Sound yang dihasilkan sekilas “mirip dobro“.

Artrock JPI series adalah gitar yang memiliki semua wiring tersebut dalam sebuah gitar. Mulai dari Humbucker > Single, Paralel > Series, Paralel in phase > Paralel out of phase, Series in phase > Series out of phase, Humbucker-Humbucker, Humbucker-single, single-humbucker, atau single-single.

Manakah pilihan terbaik? Tentunya disesuaikan kebutuhan seorang guitarist itu sendiri.

Facebook Comments

6 thoughts on “Bedah Gitar: Guitar Pickups – Bagian Kedua

Leave a Reply

%d bloggers like this: