Fan metal Tegal siap bergembira di Cempaka Bawah Tanah Extreme Fest #2

Setelah sukses dihelat untuk pertama kalinya pada tahun lalu, akhirnya Cempaka Bawah Tanah menjadi sebuah even tahunan. Edisi tahun ini akan diadakan pada hari Minggu, 2 Juli 2017 bertempat di Hall Ricemill Pabrik Pengolahan Padi Cempaka, Jalan Raya Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Read English article about this show here: Cempaka Bawah Tanah Extreme Fest #2

Dua puluh lima band yang sangat bersemangat akan berbagi panggung membakar gairah penggemar musik metal di Kabupaten Tegal. Band progressive death metal asal Jakarta, Krematist  dan kugiran grindcore asal Bogor Baby Frog dijadwalkan akan memuncaki acara ini.

Di even Cempaka Bawah Tanah 2 ini, Krematist akan memperkenalkan drummer baru mereka Shandy Syam yang juga merupakan drummer Sine Anima, yang masuk mengisi kekosongan personil setelah Yugo cabut dari band tersebut di bulan Maret 2017. Yugo sekarang bermain bersama Anastasya, band Gothic metal asal Subang. Krematist akan menampilkan lagu-lagu dari album terakhir mereka yang berjudul Bangkai Bumi, yang dirilis bulan Oktober 2016 oleh MoonRat Production, sebuah label indie asal Jakarta.

Krematist didirikan February 2011 oleh gitaris dan bassist KRANDAMAYAT, Suharyono Herlambang dan Sonny Sumbogo, mantan vokalis BURIAL Phuput serta drummer DEMON PRISON Uya. Mereka telah merilis sebuah EP eponymous tahun 2012 dan studio album Bangkai Bumi tahun 2016.

Formasi terakhir berisikan Ade Hidayat (vocals), Suharyono Herlambang (guitars),  Sonny Sumbogo (bass), Arif Dawen (guitars), dan Shandy Syam (drums).

Daftar lagu yang akan diawakan oleh Baby Frog kemungkinan akan berisikan beberapa judul dari 18 lagu berdurasi pendek (bahkan ada yang merupakan microsong) yang muncul di album debut mereka Politik Bullshit, dirilis secara indie pada tanggal 23 November 2016.

Kwartet yang berisikan Egi Sanjaya (vocals), Efendi Rohman (drums), Isal (guitars) dan Lucky (bass), didirikan pada tanggal 23 December 2015. Disamping album full-length, kelompok ini juga merilis album split bersama band gridncore Bogor lainnya Amunisi, dengan judul Grinding Together – Split EP, dirilis oleh Congor Rebel Records pada tanggal 20 Mei 2016.

Band ini sedang menggarap proyek album promo 2017, demikian kata Facebook resmi mereka 3 Mei yang lalu.

Art Generation of Symphonic Estetica merupakan tonggak sejarah bagi Agnostica, sebuah band symphonic black metal asal Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah, yang turut bermain di Cempaka Bawah Tanah Extreme Fest 2. Album studio yang diluncurkan tahun 2016 lalu, dirilis oleh label mereka sendiri CTHM Record, memenuhi kerinduan kelompok tersebut akan sebuah maha karya sejak didirikan di tahun 2003.

Setelah beberapa kali berganti personil, Agnostica sekarang beranggotakan dua personil asli  Ade Pramhell (guitars) dan Azev (keyboards), dibantu oleh beberapa pemain additional seperti Rachmat Wahyudin (guitars), Achmad Wahib Najib (bass) dan  Safri Akhadul Fajri (drums).

Bersama personil awalnya, Agnostica sempat merilis EP Senja Dalam Pusaran Hitam tahun 2011.

Band brutal death metal asal Pemalang, Amborsine merupakan veteran even ini. Kelompok musik tersebut memuncaki acara tahun lalu antara lain bersama dengan Disgusting Castigation, Bromo dan Komath. Amborsine akan memainkan lagu-lagu dari EP Born to Fucking Slam (dirilis bulan April 2016) dan mungkin juga akan memainkan lagu-lagu mereka yang baru.

Amborsine didirikan tahun 2013 oleh Evhanz (bass), Kiki (drums), Aly (guitars), and Ahong (vocals).

*****

Junaedy dari Cempaka Underground Community, penyelenggara acara tersebut berbincang dengan www.Musik.or.id mengenai even ini. Dia mengatakan edisi pertama diadakan di tempat yang sama bulan Juli 2016 dibawah bendera Ramset Merch, sebuah perusahaan produksi milik Junaedy sendiri.

Komunitas CUC berdiri pada tahun 1998 oleh Junaedy dan teman-teman. tetapi baru aktif mengadakan acara di tiga tahun terakhir.

Festival ekstrim ini bertujuan memperkuat silaturahmi di antara pecinta musik metal di desa tersebut.

LINE UP

KREMATIST (Jakarta)
NECTROLOGI (Brebes)
BABI FLOG (Bogor)
AGNOSTICA (Banyumas)
MISTIS (Wonosobo)
AMBORSINE (Pemalang)
LIBRIS (Tegal)
KEMBANG CEMPAKA (Bumijawa, Tegal)
DEAD RRVME (Tegal)
DARK LINE (Bumijawa, Tegal)
MUTILASI OFF HUMAN (Pemalang)
DEAD VIOLENCE (Bumijawa, Tegal)
ROTTEN INFECTED (Brebes)
ANGKER (Bumiayu, Tegal)
HISTORY OF HUMAN (Sirampog, Brebes)
PATIMURA (Bumiayu, Tegal)
KAFFRAH (Margasari, Tegal)
KOLERA (Bumiayu, Tegal)
NECROPHILIA (Kendal)
SLAVES DICK (Pemalang)
SILENCE OF MAJESTY (Brebes)
TRISULLA (Tegal)
PEJARATAN (Bumiayu, Tegal)
FATAL ENERGY (Bumijawa, Tegal)
BLEEDING STRAWBERRY (Bumiayu, Tegal)

Tiket acara bisa didapatkan seharga 30 ribu perak.

Even ini diselenggarakan oleh Ramset Merch. Limited Blasting Production, Extreme Minute, Dekan Art, Syndrome Acute Scream Printing, Pasdop, Ismet Guitar Custom, Jalmoro Cutting Sticker, Es Teh Metal, Dukuh Tengah Underground, and Bumi Jawa Underground.

*****

Facebook Comments

One thought on “Fan metal Tegal siap bergembira di Cempaka Bawah Tanah Extreme Fest #2

Leave a Reply

%d bloggers like this: