Cymbal Washer, si kecil yang penting tapi sering diabaikan drummer

Salah satu komponen yang penting tetapi sering diabaikan pada sebuah drumset adalah cymbal washer. Hasil pengamatan dan riset Redaksi Musik.or.id, sebagian besar drummer aware terhadap benda ini, tetapi tidak mengetahui namanya. Sayangnya, masih ada juga drummer yang ternyata tidak sadar akan keberadaan mahluk ini.

Washer adalah “mur” yang terbuat dari felt (kain dari bahan fiber yang disusun berlapis-lapis). Selalu dipasangkan dengan sleeve, yaitu pipa/selang yang terbuat dari nylon atau karet. Bentuk dan namanya bermacam-macam tergantung pabrikan yang mengeluarkannya.

Seat adalah washer yang terbuat dari metal/nylon sebagai alas penyangga utama cymbal di cymbal holder.

Cymbal washer mempunyai fungsi melindungi lubang cymbal dari cracking akibat gesekan dengan cymbal holder yang terbuat dari metal.

Selain mencegah cracking, washer bersama wing nut juga berfungsi mengatur ketat/longgarnya sebuah cymbal ketika dipasang di tiang, sesuai kebutuhan dan selera sang drummer.

Ada beberapa pabrikan spare parts drums yang mengeluarkan produk kombinasi sleeve dengan seat, yang disebut sebagai flanged sleeve, dengan rongga yang berulir, sehingga bisa membuatnya terpasang dengan firmed di cymbal holder.

Flanged sleeve lebih praktis dan efisien dibandingkan seat dan sleeve yang biasa, mengingat bentuknya yang sudah menyatu, sehingga mengurangi resiko hilangnya sleeve atau seat ketika bongkar-pasang cymbal.

Baca artikel lain mengenai drum di sini:

Sering kali, cymbal washer tidak ada di tiangnya. Kejadian seperti ini kerap dijumpai di studio jamming, dimana penyewa/drummer mengganti cymbal studio dengan cymbal yang dibawanya sendiri, kemudian melepas washer dan lupa memasangnya kembali.

Kejadian lain juga sering terjadi adalah ketika crew panggung lalai atau terburu-buru dalam bongkar pasang sebuah cymbal sehingga benda ini terjatuh dan hilang.

Berikut azab yang didapat apabila tidak memakai washer, sleeve dan seat:

Selain di cymbal holder, washer juga terdapat di hi-hat clutch dengan ukuran yang lebih kecil dengan fungsi yang sama.

TIPS:

  1. Selalu membawa cymbal washer sendiri sebagai serep ketika manggung. Harganya relatif tidak mahal. Di pasaran tersedia berbagai merek mulai dari kisaran harga 20 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
  2. Kalau cymbal washer buatan pabrik sulit didapatkan, gunakan potongan selang air yang berukuran kecil sebagai sleeve dan buat “mur” dari sendal jepit. Walau tampilannya jelek, tetapi setidaknya untuk sementara ikut berfungsi melindungi lubang cymbal dari cracking.
  3. Jangan terlalu kencang mengikat wing nut, karena akan membuat cymbal terlalu kaku. Kekakuan ini akan menyebabkan cymbal menjadi gampang pecah.
  4. Ada banyak jenis dan merk cymbal washer di pasaran. Pelajari dan cari tahu mana yang cocok untuk kebutuhan kamu. Rajin-rajin ke toko alat musik dan diskusi dengan pramuniaganya.

Surya Sumirat, boss Nebulae Cymbal menambahkan:

“Izinkan saya sedikit melengkapi tulisan ini, untuk cymbal washer felt hindari menggunakan bahan dasar karet, Karena karet akan meredam getaran bell cymbal. Demikian pula dengan ukuran, sebisa mungkin pilih yang diameter kecil tetapi tebal, boleh hanya dipasang bagian bawahnya saja. Untuk sleeve kita bisa mengganti dengan selang kompresor, sebab selang air terlalu empuk dan akan meredam bunyi bell cymbals, terima kasih.”

Demikian sekilas info mengenai cymbal washer, semoga berguna bagi kita semua.

Ayo sebarkan! Jangan sampai berhenti di kamu.

*****

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: