Ponorogo semakin berbahaya dengan hadirnya Dangerous Small City

Aliansi komunitas-komunitas underground di Kabupaten Ponorogo, Kita Semua Bersaudara (KSBD) akan mengadakan sebuah gig baru Sabtu ini, 15 Juli 2017 di Cinema Box, Jalan Sumenggolo, Ponorogo, Jawa Timur. Gig yang diberi nama Dangerous Small City merupakan even ketiga diadakan sejak aliansi ini didirikan tahun 2014 yang lalu.

Tujuh belas band berbahaya dari Ponorogo dan Kediri akan bergoyang bersama di event tersebut, yang mengetengahkan veteran progressive death metal Indonesia Killharmonic. Dalam kesempatan ini band thrash metal Ponorogo Alligator akan meluncurkan debut mini albumnya yang berjudul Penerus Bangsat Bangsa .

Read Englis article about the show here:  KSBD to forge Ponorogo a Dangerous Small City

Awal 2017 ini band yang bermarkas di Kediri, Kilharmonic merilis album studio yang ke-empat, yang meneguhkan kegemilangan mereka selama dua puluh mengembara dalam sejarah musik metal di Indonesia. Album dengan nomor katalog ARM039 dari Armstretch Records yang berjudul Hymn of the Apocalypse dirilis pada tanggal 1 Maret 2017. Kreatifitas dan kejeniusan gitaris Wisnu Arta Wardana tidak diragukan lagi telah membawa Killharmonic menapak ke level berikutnya.

Lagu-lagu yang berasal dari Hymn of the Apocalypse masuk dalam set list yang mereka mainkan ketika tampil di festival metal yang paling prestigius di Asia Tenggara: Hammersonic 2017, tanggal 7 Mei lalu.

Sejak kelahirannya tahun 1997, Kilharmonic telah merilis 4 studio album masing-masing Hatred Diminished in Dismembered Head (2000), Hate That Never Set (2002), Human Race Disgrace (2010), dan Hymn of the Apocalypse (2017); serta sebuah EP yang berjudul Supressed Denied Controlled (2009).

Formasi teranyar Killharmonic terdiri dari Wisnu (guitars), Bayu Widyatmoko (vocals), Deny Pandu Purwasanjaya (bass) dan B-Lee (drummer).

Wisnu Arta Wardana (dikenal dengan nama panggilan Innu) merupakan satu-satunya anggota asli yang tersisa.

EP Penerus Bangsat Bangsa merupakan buah dari kerja keras, ketekunan dan determinasi bagi Alligator, band thrash metal asal Ponorogo. Didirikan pada tahun 2012 sebagai sebuah band metalcore oleh Bery (vocals), Ridwan (guitars), Diptya (guitars), Aldira (drums), dan Ainur (bass), band ini kemudian merubah arah bermusiknya dengan memainkan lagu-lagu yang lebih ke thrash metal sejak 2014.

Band ini merekam materi lagu untuk EP tersebut di Senopati Studio Malang.

Formasi terakhir terdiri dari Bery (vocals), Ridwan (guitars), Diptya (bass), Dhano (guitars), dan Aldira (drums).

Band lain yang datang untuk mempromosikan karya mereka yaitu Orbital Element, sebuah band death metal asal Kediri. Band ini baru saja merilis CD promo yang berjudull Demo 2017 tanggal 17 Maret 2017. Gitaris Killharmonic Innu bermain drum dalam CD tersebut dan Muhammad Avan, drummer band asal Nganjuk Geggar Otak yang mengerjakan mixing dan mastering semua lagu.

Didirikan pada tahun 2011 oleh mantan gitaris Al-Zalzalah Dodik Setia Budi, band ini sekarang beranggotakan Dodik (guitars), Hangga (bass), Hermawan (guitars), dan Humam (drums).

*****

Musik.or.id baru-baru ini mewawancarai Muslikhin Syihabulloh dari KSBD, penanggung jawab acara Dangerous Small City. Dia menceritakan KSBD merupak aliansi dari beberapa komunitas underground di Ponorogo. KSBD didirikan pada akhir 2014 oleh Ponorogo Thrash Metal Assault, Ponorogo Metal Army, Ponorogo Metal Syndicate, RTF Colony Ponorogo dan Madiun Selatan Metal Colony.

Hingga hari ini, KSBD sudah menghelat even seperti Agresi Bawah Tanah (14 Mei 2016 di Gedung Bakti Ponorogo) dan Long Live Heavy Metal (24 December 2016, di Cinema Box).

Syihab merupakan vokalis dari band heavy metal Hellcid.

 

LINE UP

KILLHARMONIC
ORBITAL ELEMENT
ALLIGATOR 
SET A THRASH
LOKAPALA
GENDARONG
HELLCID
ROOSTERVELT
MORKGOD
PROGERIALTY
S.O.A.G
ALESER
CUNT VOMIT
GRIND VOICE
PERINEUM
ADDUGOT
BANGBERA

 

Tiket dijual dengan harga IDR 15K (gratis rokok) dan IDR 40K (gratis rokok dan CD). Untuk info lebih lanjut, silahkan meghubungi Syihab di 085234878781 (SMS/WA) atau BBMDA76B82C/ D6DBD9E4.

Dangerous Small City didukung oleh Djarum Super, Aldira Playstation, Undying Project, Distrik 99, Evilside Works, Crown Screen Printing, Evolution (Madiun), Djawa Djawi (Madiun), Depot Pribadi II, Join Coffee
Atmosfear, Jakal Coffee, PTG Clothing, Gallery Pallone, Warung Hokya Hokya Hak’e, Benbenancom, Dapur Letter Magazine, and Musikeras.

****

Facebook Comments

One thought on “Ponorogo semakin berbahaya dengan hadirnya Dangerous Small City

Leave a Reply

%d bloggers like this: