Dwiki Dharmawan: Musik jazz dapat menyatukan perbedaan

by: Darmansyah Muda | Sabtu, 08 Juni 2013 16:40:00 WIB  | Source: ATJEHPOSTcomklinik-jazz-miko

SETELAH menunjukkan kebolehannya di hadapan penonton di Gedung Gelanggang Mahasiswa Unsyiah, Sabtu, 8 Juni 2013, maestro jazz Indonesia Dwiki Dharmawan memberikan kesempatan kepada audiens untuk bertanya jawab tentang jazz.

Penonton pun bertanya kepada Dwiki seperti apa sebenarnya musik jazz. Menurut Dwiki musik jazz sangat beragam.

“Yang harus dipahami oleh pemain adalah jujur dalam berimprovisasi atau jelas. Jazz memiliki peran saling menghormati satu sama lain dengan memberi ruang kepada setiap pemain,” ujar Dwiki.

Jazz, kata dia, sangat dinamis dan mengajarkan bagaimana bersatu serta bermusyawarah.

Di dunia musik jazz, kata Dwiki, meski terkadang personilnya berlatar belakang aliran musik berbeda, namun dapat bersatu.

“Dalam musik jazz setiap musik yang dimainkan harus beyond limited, tanpa batas. Musisi siap grak atau selalu siap dalam segala hal.”

Selain itu, Dwiki mengatakan dalam bermusik ia selalu mengangkat khas dan khasanah daerah. Meski tampil di luar negeri, lagu-lagu daerah yang selalu ia bawakan.

“Semua menerimanya. Jazz memiliki elemen penting dalam musiknya yaitu blues yang disebut blues not,” ujar Dwiki.

Dalam Klinik Jazz di Gelanggang Mahasiswa, Dwiki tampil memainkan keyboard. Bersamanya juga ada Dwiki Dharwamawan dan Agam Hamzah (gitar), Adi Dharmawan (bass), Gary Herb (drummer), dan Marwan (terompet).

Dwiki turut menunjukkan kebolehannya dengan mendemonstrasikan permainan keyboard secara cepat yang disambut tepuk tangan meriah penonton. Mereka membawa lagu berjudul Rindu Kami Ya Rasul karya Ibo.

“Lagu tersebut sengaja dibawakan dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj,” kata Dwiki. Menurut Dwiki jazz merupakan musik yang memiliki makna di segala hal sehingga diterima di seluruh dunia dan kalangan mana saja.

Klinik Jazz Banda Aceh 2013 dilaksanakan oleh Atjeh Jazz yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh dan Universitas Syiah Kuala.

Acara yang diiniasi oleh ATJEHPOSTcom dan The Atjeh Times itu tersebut juga didukung oleh Gabungan Musisi Aceh, Sekolah Musik Farabi Jakarta, Sekolah Musik, Moritza, FAM Studio, Komunitas twitter @iloveacehrayeuk, Flamboyant FM serta lembaga-lembaga mahasiswa yang ada di Unsyiah.

Lembaga mahasiswa yang menyatakan bergabung di antaranya BEM FISIP Unsyiah, BEM Fakultas Pertanian, BEM Fakultas Teknik, BEM Fakultas Hukum, BEM Fakultas Ekonomi, Himpunan Mahasiswa Psikologi Fakultas Kedokteran, UKM Baskom FH Unsyiah, UKM Putroe Phang dan mahasiswa Himpunan Sendratasik FKIP Unsyiah.

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: