GMA Tribute: A Spirit of Seattle Sound

A Spirit of Seattle Sound Poster horizontal

Gabungan Musisi Aceh  kembali akan menyelenggarakan acara yang bertajuk GMA Tribute: A Spirit of Seattle Sound. Event ini akan digelar pada hari Sabtu malam minggu ini pukul 20.00 wib, 9 February 2013 di Haba Café Banda Aceh.

Musisi-musisi top Aceh yang bergabung di dalam 5 band akan bermain di pertunjukan tersebut. Ke-lima band tersebut adalah 105 Jam, Deep Tan Oil, Mookie Blaylock, Krantz Aer dan Bloody Ground.

Selain penampilan musik, event ini juga akan memperkenalkan sebuah unit baru milik GMA yang bergerak di bidang recording yang diberi nama GMA Records, yang terinspirasi oleh Sub-Pop Records, perusahaan rekaman yang memproduksi album-album band asal Seattle yang kemudian menjadi pionir Seattle Sound.

Seattle Sound adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut nama aliran/gerakan musik yang dimotori oleh band-band asal Seattle (Negara bagian Washington, USA) di era awal 90-an, yang kemudian merubah peta musik di Amerika dan dunia.

Dari era 50-an hingga akhir 80-an, peta musik pop dan rock Amerika hanya berpusat di daerah Pantai Barat (Holywood, LA, San Francisco, dll) dan Pantai Timur (New York, Boston, New Jersey, dll) saja. Umumnya band-band dari Negara bagian lain harus pindah ke kedua pusat industri musik ini agar bisa dikenal secara nasional dan internasional.

Band-band asal Seattle yang awalnya hanya dikenal di Negara bagian Washington saja (dan sedikit dikenal secara nasional),  tiba-tiba muncul menjadi ikon musik Amerika dan dunia. Dimulai dengan meledaknya album Nirvana yang berjudul Nevermind, diikuti oleh  band-band lain seperti Pearl Jam, Soundgarden, Alice in Chains, dan lain-lain.

Kemunculan Seattle Sound telah menggusur era keemasan glam rock dan heavy metal yang lebih dulu berjaya. Terbukti dengan dominasi Seattle Sound di “tangga lagu” musik Amerika dan munculnya band-band dari Negara bagian lain di Amerika yang ikut menerapkan gaya dan konsep Seattle Sound ke dalam musik mereka, yaitu memainkan musik pop yang dibalut dengan distorsi gitar yang garang, struktur lagu yang tidak terlalu rumit, lirik yang penuh dengan kecemasan, gaya berpakaian sederhana (hanya sepatu kets, celana dan jaket jeans/corduroy, serta t-shirt/kemeja flannel), juga model rambut yang biasa-biasa saja. Sangat kontras dibandingkan band Glam Rock/Heavy Metal yang memainkan lagu dengan struktur yang rumit, dan selalu tampil glamor dengan dandanan pakaian mahal dari desainer kondang, serta model rambut hasil olahan hairstylist terkenal.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Sub-Pop Records, sebuah perusahaan rekaman Seattle di akhir 80-an, yang merekam dan mempublikasikan album-album band lokal, yang kemudian terkenal dan ditarik oleh perusahaan rekaman besar Amerika.

Selain mengapresiasi band-band asal Seattle tersebut, acara GMA Tribute ini bertujuan agar  menjadi inspirasi bagi musisi-musisi Aceh, mengingat banyak “kemiripan” antara Aceh dan Seattle, yaitu lokasi Seattle yang di “ujung” Amerika Serikat, dan Aceh yang di ujung Indonesia. Band-band asal Seattle terus fokus dan aktif berkarya di level lokal, sambil menunggu dilirik oleh label nasional.

Selama ini banyak band asal Aceh yang punya karya kemudian hijrah ke Jakarta, sampai di sana “luntang lantung” selama beberapa masa namun tidak memperoleh keberuntungan. Akhirnya mereka kembali ke Aceh dan bandnya pun bubar.

Diharapkan, Spirit dari Seattle Sound ini bisa menular ke musisi-musisi Aceh, yaitu dengan terus fokus berkarya dan berprestasi di level lokal, sambil menunggu kesempatan untuk naik ke level nasional.

Info mengenai acara ini dapat dilihat di website GMA: www.acehmusician.org dan akun twitter @GMAceh. Atau bisa menghubungi Ketua Panitia Abenk Ziqrul di nomor 08982041004.

 

(Press Release)

Related

 

A Spirit of Seattle Sound Poster vertical

Facebook Comments

7 thoughts on “GMA Tribute: A Spirit of Seattle Sound

Leave a Reply

%d bloggers like this: