Profil Musisi: Faisal Odezza

Pekan Kebudayaan Aceh ke VI telah berakhir beberapa saat lalu. Banda Aceh diramaikan oleh ribuan seniman yang datang dari segala penjuru untuk memeriahkan event lima tahunan milik Pemerintah Aceh ini.Acehmusician.org beruntung berhasil menemui tiga orang drummer senior asal Meulaboh, yang bermain di tiga era yang berbeda. Mereka bertiga berkumpul di anjungan Kabupaten Aceh Barat. Bisa dikatakan ketiga drummer senior ini memberi legacy berupa pengaruh yang besar baik langsung maupun tidak langsung terhadap drummer-drummer lainnya, baik yang berada di Meulaboh maupun di Banda Aceh, serta daerah lainnya.

Ketiga drummer senior tersebut adalah Bang Yound, Adek Metazone dan Faisal Odezza. Artikel ini adalah bagian terakhir dari tiga tulisan yang menceritakan sepak terjang mereka dan situasi kehidupan bermusik di Aceh era 70-an, 80-an dan 90-an.

Faisal Odezza Cover

FAISAL ODEZZA

Oleh Teuku Mahfud

Saya mengenal bang Faisal Andrian ketika kelas satu SMA di tahun 1992. Waktu itu saya baru mulai ngeband dan sangat antusias (sekarang juga masih) melihat drummer lain bermain. Perkenalan ini dimulai dari rumah Denny Afrizal. Berteman dan sekelas dengan Denny memang sangat asik dan menyenangkan. Walaupun masih  SMP, Denny sudah sangat mahir bermain gitar bahkan sudah manggung dengan musisi-musisi papan atas Aceh masa itu. Dari Denny, saya punya akses bertemu dan berkenalan dengan beberapa musisi top Aceh kala itu.

Banyak musisi yang kongkow di rumah Denny, diantaranya para personil Odezza, yang kala itu memang lagi menjadi buah bibir penggemar musik rock Banda Aceh. Kebetulan Deddy Odezza adalah abang kandung Denny. Di situ saya dan beberapa teman melihat dari dekat bagaimana kesehari-harian Deddy, Pinem, Al Tato dan Faisal. Saya juga sempat melihat beberapa kali latihan mereka.

Dibanding personil lain, Bang Faisal ini ngomongnya gak banyak. Tapi mainnya dasyat! Odezza adalah band yang berorientasi kepada musik rock dengan gitar yang shred. Tentunya diperlukan rhythm section yang “sakti” untuk menandingi ketangkasan Deddy Odezza memainkan gitarnya.

Jarang saya melihat ada band lain yang mempunyai repertoire yang sama dengan Odezza. Berbagai jenis lagu shred guitar oriented dibawakan, seperti lagu-lagu dari Van Halen, Steve Vai, Joe Satriani, Extreme, Yngwie Malmsteen, Lynch Mob, Loudness dan lain-lain.

Di saat para drummer rock Banda Aceh cenderung menekuni permainan Ulrich, Paice, Torres dan Bonham, Faisal Odezza sudah menguasai groove Alex Van Halen, Funk ala Paul Geary, playing time ala groovemaster Jeff Campitelli, dan lain-lain.

Sedikit banyak, Faisal Odezza memberi pengaruh kepada saya dan beberapa drummer muda Banda Aceh kala itu. Setiap kali selesai menonton Faisal dan Odezza tampil, kami pasti akan mencoba mengulik lagu yang sama dengan yang dimainkan mereka. Faisal secara tidak langsung memberi kami “pekerjaan rumah” tentang lagu-lagu apa yang keren untuk menjadi bahan ulikan.

Faisal Odezza 1992
Faisal Odezza 1992

Dan kami ternyata berbagi drummer favorit yang sama: Rere!

Saya berkesempatan melalukan wawancara singkat dengan drummer kelahiran Meulaboh tahun 1973 ini ketika PKA VI berlangsung, ekslusif untuk acehmusician.org:

Mahfud: Bang Faisal, bisa ceritakan sejarah singkat abang mulai bermain musik?

Faisal: Abang awalnya menyanyi waktu kelas empat SD. Semua band di Meulaboh waktu itu punya penyanyi cilik. Di situ abang nyanyi diiringi drummer-drumer hebat semua. Pernah dengan Bang Yound, Bang Surya, dan Bang Adek Metazone. Sebagai anak-anak, pasti kepingin main drum abes nonton orang ini main. Di rumah abang kumpulin kaleng-kaleng roti (biskuit), lalu pura-puranya main drum. Gitu tiap hari, sampai-sampai orang di rumah  marah-marah sama abang ha ha ha…

M: Lalu bisa bermain drum betulan sejak kapan?

F: Kelas Enam SD abang nyanyi dengan band Vitron pimpinan Tengku Iskandar. Disitu abang udah coba-coba drum betulan. Abang jadi drummer betulan pas masuk STM Meulaboh. Kami bikin Technical Band dan abang drummernya. Personil lain Apin di gitar, Udin – bass, Edi – gitar 2, dan Niar Batubara – vokal. Kami sering tampil, bahkan sempat main di Banda Aceh pas Festival Rock Siblong tahun 1990. Kami pulang sebagai Juara III.

M: Lalu berhenti bernyanyi?

F: Nggak! Kalau ada acara abang pasti ikutan nyanyi. Ada ikut-ikut festival vokalis juga. Ke Banda Aceh ada juga. Bang Adek Metazone suka kirim berita ke Meulaboh kalau ada acara di Banda. Tahun 90 abang sempat dapat Juara III festival vokal di Banda Aceh.

M: Pindah ke Banda kapan bang?

F: Tahun 92 awal. Abang tinggal di Perumnas Keutapang dan kursus di LP3KI di Simpang Lima. Abang masuk band namanya Counter, dengan Deni (keyboard), Bayok (vokal), Jon (bass) dan Iin (gitar).

M: Kapan bergabung dengan Odezza?

F: Tahun itu juga. Mas Pi (Pinem) ajak abang ikutan audisi drummer Odezza. Alhamdulillah lewat dan jadi drummer tetap. Proyek pertama main di Konser Tunggal Odezza. Abang harus hapalin hampir empat puluh buah lagu. Dan latihannya tiap hari. Tahun itu kami ikut (Festival Rock Indonesia) Log Zehelebour.

M: Sempat ikutan Yamaha Music Quest juga kan bang?

F: Iya, tahun ’93. Kami juara III di Medan. Tahun itu ikutan Log lagi. Kemudian Konser Tunggal II Odezza di Taman Budaya. Kemudian Odezza vakum karena Dedy pindah ke Jakarta. Abang balik ke Meulaboh tahun 96. Tahun ’98 abang diajak pindah ke Jakarta sama Dedy. Tapi terpaksa pulang kampung karena krismon dan rusuh.

Odezza
Konser Tunggal Odezza ’92

M: Setelah itu?

F: Abang balik ke Meulaboh dan mulai kerja, sampai hari ini.

 M: Musik masih kan bang?

F: Masih lah, sering main atau jamming di Meulaboh. Di studio Pak Adek (Metazone) juga sering abang pukul-pukul drumnya. Apalagi sekarang di Dewan Kesenian Aceh Barat, Abang jadi Sekretaris Pak Adek untuk kompartemen musik. Jadinya sering main juga.

M: Keren! Thank you untuk interview-nya bang Faisal.

F: Sama-sama!

SOSIAL MEDIA

Facebook: Faisal.Odezza

Twitter: @faisal_odezza 

Faisal Odezza @ Sekolah Musik Moritza 2013
Faisal Odezza @ Sekolah Musik Moritza 2013
Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: