Serial komponis dunia: Richard Wagner (1813 – 1883)

wagner

Richard Wagner lahir 22 Mei 1813 di Leipzig. Bagi banyak orang, karya komponis itu masih menjadi tanda tanya, hingga sekarang.

Richard Wagner berasal dari keluarga lapisan menengah. Ayahnya Carl Friedrich Wagner adalah juru tulis polisi. Ibunya Johanna Rosine Wagner, putri seorang pembuat roti. Anak laki-lakinya yang diberi nama Wilhelm Richard Wagner sudah sejak dini tertarik akan teater.

Awalnya Richard Wagner ingin menjadi penyair. Tapi ketika pada 16 tahun ia menonton pertunjukan perdana opera karya Beethoven “Fidelio”, cita-citanya berubah, ingin menjadi komponis. 1831 selama kuliah musik, ia mengembangkan rencana menulis opera pertamanya. Untuk itu ia menulis sendiri teksnya, cara kerja yang dilakukan sepanjang hidupnya.

Pada usia 20 tahun Wagner sudah memimpin teater di Magdeburg. Di sana ia bertemu artis Minna Planer, mereka menikah 1836 dan tidak punya anak. Riga dan Paris adalah tujuan berikutnya komponis yang perlu uang itu. Wagner hidup miskin di Paris, tapi di sana ia berhasil menyelesaikan opera pertamanya “Rienzi” dan “Der fliegende Holländer” (The Flying Dutch). Ketika itu, ia mulai berkutat dengan arus revolusioner kiri pada masa itu.

Im Mittelpunkt der Richard-Wagner-Festspiele in Bayreuth steht die Neuinszenierung von Wagners vierteiligem Hauptwerk Der Ring des Nibelungen: Götterdämmerung - Siegfried (l, Stephen Gould), Brünnhilde (M, Linda Watson) und Hagen (r, Hans-Peter König) - Probenfoto vom 10.07.2006. Die Premiere ist am Montag (31.07.2006). Foto: Marcus Führer dpa/lby +++(c) dpa - Report+++1842 Wagner pindah ke Dresden dan menjabat kepala musik Gereja Istana Sachsen. Oktober ia membuat terobosan musikal yakní tampilan perdana opera “Rienzi”. Secara paralel ia juga membuat sejumlah karya dan mengolah visinya: peleburan puisi, musik dan tindakan menjadi  “karya seni keseluruhan.” Tujuannya adalah “paparan penting langsung karya alamiah manusia.”  Katharina Wagener, yang adalah buyut Wagner,  dalam wawancara dengan DW mengungkapkan, “Justru dalam karya-karya Wagner menyangkut elemen dasar keberadaan manusia dan perasaan dasar seperti cemburu, kekuasaan, cinta dan kebencian. Itulah hal-hal yang tampaknya selalu aktul selama keberadaan manusia.”

Wagner dan Raja Bayern Ludwig II

Mei 1849, Wagner terlibat dalam “Pemberontakan Mei di Dresden”, lalu ia dikejar-kejar dan harus meninggalkan Jerman. 1864 komponis itu kembali berada di Jerman, putus asa dan kehabisan uang hampir bunuh diri. Pada saat itu ia menerima surat dari Raja Bayern Ludwig II yang berusia 18 tahun, yang membantu sisa hidup Wagner.

Setelah beberapa kekasih sebelum dan sesudah kematian istrinya Minna, Wagner hidup di Tribschen dekat Luzern bersama Cosima von Bülow, putri Franz Liszt dan istri dirigen Hans von Bülow, salah satu teman dan penunjangnya. Tiga anak berasal dari hubungan sebelum mereka menikah.

Das Festspielhaus in Bayreuth, aufgenommen im Juli 2012. Copyright: Medana Weident/ DWDi kota Bayreuth di Bayern, Wagner kemudian menemukan tempat mewujudkan visinya karya seni keseluruhan. Jauh dari bisnis budaya kota besar, dalam gedung teater yang dirancangnya sendiri, publikum diharap dapat memfokuskan diri pada pertunjukan kompak musik, tindakan dan gambaran panggung. Itu terjadi pertama kali Agustus 1876 dalam pertunjukan perdana opera empat babak Wagner “Der Ring des Nibelungen.”

Pesta opera pertama Bayreuth adalah bencana keuangan dan kegagalan seni, namun Wagner masih dapat menggelar pesta opera kedua pada 1882. Hanya satu karya berikutnya yang digelar di Bayreuth selama Wagner masih hidup, yakni karya terakhirnya “Parsifal”. Richard Wagner meninggal 13 Februari 1883 di Venezia.

Source: dw.de

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: