Bedah Gitar: Cara Mendapatkan Sound Gitar Yang Baik – Part 1

SOUND GITAR 1
By: Robby “Glyph” Freakenstein  | ARTROCK Guitars Endorser | Clinician | Guitarist of Glyph|

Kita sering mendapati sound guitar yang kurang optimal terdengar oleh audience saat show, padahal kita sudah mengoptimalkan sound yang dihasilkan oleh amplifier di panggung. Apa penyebabnya?

Sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita pisahkan dulu antara Sound dan Amplifier itu sendiri, karena keduanya sering rancu digunakan dalam keseharian anak band, yang jika dibiarkan maka akan terjadi salah pengertian.

Amplifier, adalah unit alat yang digunakan untuk menghasilkan suara. Dalam amplifier umumnya terdiri dari Preamp (penguat signal), Power amp (pemberi power ke speaker), dan speaker.

Sound, adalah suara yang dihasilkan dari olahan Guitar, FX, dan Amplifier. 

“Bagaimana supaya sound guitar saya bisa terdengar oleh audience?”

Pertanyaan simple ini adalah gerbang menuju penjelasan berikutnya:

Hal yang sering terjadi di sebuah pertunjukan adalah, seorang gitaris cenderung mengeraskan suara amplifier-nya di panggung. Entah apa tujuannya, mungkin juga supaya sound mudah terdengar di seluruh penjuru panggung, atau lainnya. Ya walaupun beberapa amplifier membutuhkan volume yang lebih agar karakternya muncul.

Faktanya, hal ini justru membuat sound engineer di FOH (Front of House) mixer utama jadi kebingungan mengatur volume masing-masing instrumen yang akan didengar audience dari main speaker.

Karena terjadi kerancuan antara mendengar sound dari amplifier yang terlalu keras, atau sound dari speaker utama panggung. Yang ujung-ujungnya adalah performance yang tidak optimal di semua pihak.

Cara paling simple adalah, buka volume ampli secukupnya, lalu minta ke Sound Engineer (SE) untuk mengeluarkan suara gitar tadi di floor monitor yang ada di panggung. Jika SE membutuhkan signal lebih besar, angkat lagi volume ampli hingga cukup. SE sangat mengerti kebutuhan besaran signal.

Disinilah terjadi komunikasi antara player dan sound engineer. 

Dalam kondisi sound dapat termonitor dengan baik oleh musisi dan SE tidak terganggu dengan bocoran amplifier, maka SE akan dengan mudah mengolah sound guitar yang akan terdengar oleh audience. 

“System seperti apa yang digunakan sehingga sound gitar bisa ditangkap oleh sound engineer di FOH?”

Pertanyaan seperti ini akan mengantar kita ke hal yang lebih teknis.

Ada 2 metode umum yang digunakan, Miking/todong dan Direct system.

Miking / Todong

Jika teman-teman pernah melihat sebuah microphone diletakan di depan konus speaker amplifier, itu adalah miking system. Prinsipnya adalah mic menangkap sound yang dihasilkan oleh amplifier untuk dikirim ke mixer FOH. Jadi bisa dibayangkan, jika volume terlalu keras, sedangkan mic punya daya jangkau range masing2 dalam hal freq!

Setup nya adalah ;

Guitar -> FX -> Amplifier -> Mic -> Mixer

Miking 1

Jika di sebuah ampli ada 2 atau 4 speaker, manakah yang sebaiknya ditodong?

Dengarkan dari dekat tepat di depan speaker, di salah satu speaker itu pasti ada yang paling noise. Speaker itu pasti yang paling keras. Sehingga memudahkan untuk mengirim signal ke mixer. Percaya atau tidak, 4 speaker dalam sebuah cabinet, manghasilkan sound yang berbeda satu sama lain.

Bukan berarti speaker lain tidak boleh ditodong, selama itu memenuhi kebutuhan dalam sound, why not!

Beberapa gitaris menggunakan 2 buah mic dengan tujuan agar dapat mengirim 2 signal ke FOH yang kemudian kan di-pan ke kiri dan kanan speaker utama panggung, atau mungkin kebutuhan lain.

Teknik miking

Posisi mic-ing menentukan signal yang dikirim ke FOH.

  • ON AXIS. Posisi mic membentuk sudut 90 derajat tepat di tengah konus (center).
  • OFF AXIS. Posisi mic tidak berada tepat di tengah konus speaker. Biasanya berada di sekitar setengah jari2 lingkaran konus speaker.
  • ANGLE. Posisi Mic membentuk sudut tertentu di daerah On Axis ataupun Off Axis. Posisi ini membentuk sound yang unik yang mungkin saja dibutuhkan saat mix dengan instrument lain.
  • DISTANCE. Posisi mic ditempatkan dengan jarak tertentu sehingga mengirim sinyal dengan tambahan resonance ke FOH 

Penampatan mic tentunya akan memberikan pengaruh ke penangkapan signal. Semakin ke tengah konus speaker, maka sound akan makin bright. Semakin menjauh dari tengah konus speaker (off axis), maka sound nya akan semakin warm.

MICING

Beberapa gitaris menggunakan beberapa metode tersebut secara bersamaan untuk menghasilkan sound yang sesuai kebutuhan masing.

On and Off Axis

Lalu… Mana yang terbaik? Bereksperimenlah! Karena masing-masing gitaris punya kebutuhan sound yang berbeda-beda.

Microphone yang sering digunakan adalah Shure SM-57, Senheiser MD-421, dll

BERSAMBUNG ke “Cara Mendapatkan Sound Gitar Yang Baik – Part 2”

Robby FreakensteinRobby “Glyph” Freakenstein adalah seorang multi-instrumentalis, endorser ART ROCK Guitar, clinician, produser dan recording/mixing engineer. Aktif di band GLYPH. Untuk berdiskusi dengan Robby, sila follow twitter akun @RobzFreak atau facebook Robby Glyph Freakenstein

Facebook Comments

6 thoughts on “Bedah Gitar: Cara Mendapatkan Sound Gitar Yang Baik – Part 1

Leave a Reply

%d bloggers like this: