Wawancara eksklusif GMA dengan Gugun Blues Shelter

GBS di Aceh

Hujan tidak menurunkan semangat musisi-musisi Aceh untuk ngopi bersama Gugun Blues Shelter. Beberapa musisi Aceh mendapat kesempatan untuk ngobrol langsung dengan GBS di warkop De Helsinki, Banda Aceh,  siang tadi (Sabtu, 13/09/14), dalam rangka event A-Zone. Momen ini dipergunakan sebaik mungkin untuk lebih dekat dengan Gugun, Jono dan Bowie. Berikut obrolan singkat Furqan Wahidin Adam dari acehmusician.org dengan mereka

Gabungan Musisi Aceh (GMA) : Selamat siang? Jono pakai kacamata hitam nutupin ngantuk ya? Hahaha

Jono (J) : Hahaha iya bro, Tadi jam 4 udah berangkat dari rumah terus berangkat ke bandara dengan jadwal pesawat jam 6 jadi masih ngantuk bro! Mbak pesen kopi dong ngga pakai gula!

Bowie (B) : Jon kasi tanggapan pakai bahasa Aceh dong lo ke mereka!

J : Alhamdulillah lon jeut wo kampong tanpa harus bayeu ongkos

GMA : Hahaha lumayan juga ya bahasa Acehnya? Gimana Aceh? Cukup menyenangkan sejauh ini?

B : Waduuh masakan disini enak banget, gue sampe kekenyangan ini trus jadi bingung ngantuk-ngantuk gini! Hahaha

J : Kalo gue bro emang sering kesini, Kan istri gue orang Aceh!

Gugun (G) : Aceh menyenangkan walau agak sedikit hujan ya? Akhir-akhir ini sering hujan memang?

 GMA : Ya lumayan! Bagaimana perasaannya ketika kalian ditawarkan untuk manggung di Banda Aceh?

G : Senenglah, karena akhirnya kami bisa juga bisa manggung disini dan ngga nyangka aja bisa kesini!

B : Ya kita ngga nyangka musik kita udah sampai sini, bahkan sehari sebelum berangkat di sebuah bar bertemu dengan seseorang dan mereka bertanya! Bro manggung dimana besok kalian? Gue jawab di Aceh mereka menanggapi, ooh mereka dengerin musik kalian juga ya disana?

GMA : Alhamdulillah karena masuk internet juga disini! Hahaha

G : Iya juga sih, sekarang udah canggih juga dunia! Hahaha

GMA : Apa kiat-kiatnya agar kita bisa Go Internasional seperti GBS?

J : Bikin musik yang asik bro, terus kalau lirik juga harus bahasa Inggris! Perbanyak relasi terutama di bidang pariwisata supaya musik lo didenger bule-bule kaya gue, mana tau mereka tertarik terus cerita deh ke kampong mereka! Bisa dipanggil ke negaranya, itu salah satunya!

B : Yaa jangan mau kalah dengan band di Jakarta

GMA : Kenapa GBS sering dikaitkan dengan Stevie Ray Vaughan? Sebenarnya apa inspirasi terbesar kalian?

G : Karena beberapa event kami sering mengcover lagu beliau mungkin ya? Padahal inspirasi kami banyak seperti Jimi Hendrix juga, BB King dan banyak musisi Blues lainnya! Cuma balik lagi ke persepsi orang masing-masing kok! Bebas aja!

GMA : Pernah mencoba masuk Label lokal?

G : Pernah! Tapi ngga begitu berhasil dikarenakan manajemen yang berantakan tapi seiring berjalannya waktu kami belajar dengan kesalahan kami!

GMA : Apa saran GBS untuk musisi seperti kami yang hendak berkarir?

G : Coba segala kemungkinan, sekarang udah ada internet! Dulu kami juga sangat aktif di sosial media seperti Myspace dan sejenisnya! Jangan menyerah kalau ingin berhasil!

GMA : Bagaimana pendapat kalian tentang musisi Indie di Indonesia?

G : Semakin berkembang! Mungkin dikarenakan mereka lebih jujur dalam bermusik, bahkan menurut beberapa orang kenapa band indie lebih asik didengar karena lirik mereka lebih bercerita tentang keadaan sekitar! Tidak bercerita tentang…

J : Tentang kehidupan cinta alay!

G : Hahaha lebih kurang begitu!

GMA : Hahaha! Bagaimana pendapat kalian tentang perkembangan musik blues di Indonesia saat ini?

G : Masih kurang antusiasnya, tapi di beberapa kota sudah ada beberapa komunitas blues!

B : Musisi blues banyak di Indonesia cuma masih jagoan di kandang masing-masing belum berani mengekspansi keluar dari daerahnya masing-masing!

G : Ya kalau gue sih berharap lebih banyak lagi band blues yang mulai rekaman dengan membawakan lagu sendiri! Jangan hanya manggung dari café ke café tapi ngga berani untuk rekaman sehingga berjalan di tempat!

B : Sebenernya untuk semua band sih harusnya gitu ngga terpatok pada band blues doang kalau mau maju!

GMA : Bagaimana caranya agar kita bisa berbeda dalam menghasilkan karya? Sehingga karakter di dalam sebuah band bisa terbentuk? Dalam hal ini sebagai musisi blues!

G : Sebenernya ngga susah sih! Blues jangan diartikan terlalu jauh dengan mematok blues harus ginilah blues harus gitulah! Lo bikin aja karya asal ngga niru karya orang lain! Bikin karya yang lebih menunjukkan originalitas, ngga perlu takut asalkan lo ngga plagiat karya orang lain menurut gue sah aja!

GMA : Inspirasi terbesar GBS dalam menciptakan karya biasanya didapat darimana?

G : Darimana ya? Macem-macem sih, ada yang pengalaman manggung dari café ke café! Ada juga kisah teman sekitar kita bahkan ada juga tentang kehidupan sosial sekitar!

GMA : Dulu sempat manggung bakar gitar ya? Gimana tuh ceritanya?

G : Waduh tahun berapa tu ya? Udah lama banget! Tahun berapa Jon?

J : 2004? 2005? Sekitaran tahun itu bro!

G : Iya kayanya, itu sebenernya video footage kami awal pertama GBS terbentuk!

***

Sayang perbincangan ini harus dihentikan dikarenakan mereka harus bersiap-siap untuk soundcheck dan beristirahat. Kamipun berpamitan sembari meminta izin untuk berfoto bersama dalam suasana yang agak dingin sehabis hujan. Tidak sabar rasanya untuk menonton penampilan mereka malam ini  di warkop De Helsinki pukul 20.30  WIB sehabis Shalat Isya.

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: