Wawancara dengan Ucik dari Interlude Records

Beberapa waktu yang lalu redaksi www.Musik.or.id mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara dengan owner Interlude Records dan Metal Force Records, Fauzi Nurul Amin, atau yang akrab dipanggil dengan nama Ucik.

Baca profile Interlude Records di sini.

Pria kelahiran Banyuwangi yang beristrikan Mayang Githa Ningtyas ini sedang menantikan datangnya buah hati mereka yang pertama, yang kami perkirakan akan dirilis di akhir Juli 2017.

Mantan gitaris band Fighter yang ramah ini adalah penggemar berat musik beraliran power metal dan thrash metal.

Q: Ceritakan mengenai INTERLUDE: Bagaimana sejarah berdirinya? Apa yang membuat Anda mendirikan label ini?

A: Label ini awalnya bernama Metal Force Records dan sudah merilis 2 album kaset dari band Indonesia. Seiring jalan ternyata ada nama yang sama maka saya ganti menjadi Interlude. Kata interlude ketemunya karena ada di track list album Lentera – Light of Universe.

Q: Band apa yang Anda kontrak untuk pertama kali? Apakah mereka yang datang kepada anda, atau anda yang mendatangi mereka?

A: Band pertama kali yaitu Valerian dari Surabaya. Saat itu saya tertarik dan menawarkan diri untuk merilis album mereka berjudul Stardust Revelation.

Q: Apakah anda melihat factor musik atau kreatifitas sebuah band semata ketika memutuskan untuk mengontrak mereka? Atau factor lain, seperti personilnya keren, atraksi panggungnya, atau band (atau personilnya) tersebut sangat terkenal sehingga akan mudah menjual album mereka ketika tur atau konser?

A: Yang pertama jelas dari pribadi saya suka musik yang dibawa oleh band tersebut. Jadi tidak ada faktor lain kecuali musik yang mereka ciptakan.

Q: Apakah Anda mengajukan kontrak untuk ditandatangani oleh band/musisi atau cukup dengan salaman saja?

A: Awalnya deal hanya secara lisan dan chat, berlanjut dan berlanjut saya putuskan untuk tanda tangan oleh band pada setiap perilisan album.

Q: Sejauh apa peran label dalam proses pembuatan sebuah album, apakah ikut menentukan materi apa yang “cocok” untuk dirilis?

A: Untuk pembuatan lagu, aransemen materi kami serahkan sepenuhnya ke pihak band. Untuk label hanya mempromosikan band, album, pembuatan cover, dan lain-lain.

Q: Apakah trend musik yang sedang berlangsung mempengaruhi Interlude di dalam menentukan kapan sebuah album keluar?

A: Album keluar kami tentukan jika semua sudah fix, dari rekaman, lirik, booklet, dan lain-lain. Dan tentunya “dana” dari label menentukan kapan album itu keluar, hahahahaha…

Q: Apa kendala terbesar sebuah label hari ini?

A: Kendala saat ini hanya minimnya dana dari kami, karena penjualan untuk genre power metal di Indonesia bisa dibilang sangat susah. Tetapi karena suatu hobi maka enjoy aja untuk menjual produk dari kami.

Q: Ceritakan mengenai diri anda: Siapakah Anda, di mana dan kapan anda dilahirkan? Dulu bersekolah dimana? Jenis musik apa yang anda sukai?

A: Nama asli saya Fauzi Nurul Amin biasa di panggil Ucik. Saya saat ini tinggal di daerah Bekasi dan asli kelahiran tanah Banyuwangi. Sekolah SD, SMP, SMK di kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Musik yang paling mendominasi di telinga saya adalah power metal, thrash metal, melodic death metal, technical death metal.

Q: Apakah anda bermusik? Anda memainkan alat musik apa? Pernah bermain di band apa saja?

A: Masih sekolah saya memainkan musik. Band saya bernama Fighter dengan genre Rock di posisi gitar. Dan saat ini saya tidak memainkan alat musik atau punya band. Hanya (menjadi) pendengar dan penikmat.

Q: Menurut Anda, pentingkah seorang label owner juga bisa bermain musik dan mencipta lagu?

A: Tidak penting, karena setiap orang punya porsi masing-masing untuk melakukan hal sesuatu terutama di dunia musik. Saya pribadi hanya bisa di manajemen label saja.

Q: Band apa yang anda idam-idamkan untuk bergabung dengan label anda? Kenapa?

A: Tentunya band luar negeri seperti dari negara Eropa karena mereka punya historis yang unik, dan lagu di lirik kebanyakan tentang daerah masing-masing.

Q: Bagaimana pendapat anda mengenai rilisan kaset tape yang mulai muncul lagi? Apakah trend ini akan berlangsung lama?

A: Sangat bagus, untuk melengkapi rilisan fisik selain CD dan semoga akan terus berlangsung lama.

Q: Banyak zine/kritikus menulis yang baik-baik saja mengenai sebuah album yang baru dirilis. Bagaimana menurut anda, perlu tidak ada zine/kritikus yang memberitahu kelemahan sebuah album? Pentingkah feedback bagi kemajuan sebuah band?

A: Kuping orang berbeda-beda. Saya senang jika sebuah zine atau penikmat mengkritik sebuah karya karena itu akan berdampak ke band untuk pembuatan materi selanjutnya.

Q: Band yang anda sangat sukai?

A: Di luar dari naungan Interlude Records yaitu Dragon Force, Twilight Force, Galneryus.

Q: Band apa yang anda kurang suka hari ini? Kenapa?

A: Jika saya tidak suka terhadap musik band itu saya tidak pernah mengikutinya.

Q: Menurut Anda, apa album paling keren yang pernah ada?

A: Album dari Galneryus:  Angel of Salvation.

Q: Album paling buruk yang menurut anda?

A: Agak susah jawabannya apa, hahaha…

Q: Sebutkan rilisan album dari Interlude dari dulu hingga sekarang!

A: Lentera – Single (2015), Lentera – Light of the Universe (2015), Nagantaka – Promo CD 2015, Power Of Mirantic – The Conscience (2016), Valerian – Stardust Revelation (2016), Batosay – Eagle Hunt (2016), Corvus Java – Chapter One Forbidden Gate (2017).

Q: Tahun ini, band apa saja yang akan merilis album bersama Interlude ? Album mana yang menurut anda akan bersinar? Kenapa?

A: Corvus Java baru saja rilis, Ambalat Depok thrash metal, Jayabaya power metal dari Kediri. Dan semuanya saya optimis bisa bersinar. Karena mereka sudah melakukan hal terbaik.

Q: Kalau ada band ingin albumnya dirilis bersama Interlude, apa saja syarat yang harus mereka miliki sehingga bisa diterima?

A: Pertama bergenre power metal atau thrash metal. Kedua cocok di kuping saya, dan ketiga atittude bagus.

Q: Apa filosofi hidup anda?

A: Selalu ada inovasi baru.

Q: Terima kasih Mas Ucik.

A: Siap! Sama-sama.

*****

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: