Bantu korban banjir, musisi Aceh mengamen di Simpang Lima

musisi-mengamen-reza

by: Reza Mustafa | Rabu, 22 Mei 2013 19:40:00 WIB | Source: ATJEHPOSTcom

SEPERTI biasanya, setiap sore hari kerja, bundaran Simpang Lima Banda Aceh adalah salah satu daerah paling sibuk. Di kawasan ini sore tadi laju kendaraan, berikut suara mesinnya seperti menyatu dengan panasnya suasana walau matahari sudah mulai bertengger di sebelah barat tugu Bank Bukopin di tengah-tengah bundaran Simpang Lima.

Namun, di tengah-tengah laju kendaraan yang tiada habisnya. Walau suasana panas masih terasa menyengat kulit, puluhan anak-anak muda terlihat bergerombol di bawah beberapa tiang traffic light pada ruas jalan yang berbeda.

Beberapa orang di antaranya ada yang menenteng kardus. Ada juga yang menenteng gitar akustik sambil berwara-wiri di atas trotoar jalan. Setiap lampu merah menyala, mereka turun ke badan jalan menyapa para pengendara sambil bernyanyi riang diiringi petikan gitar, sembari salah satu yang lain menyodorkan kardus ke setiap pengemudi yang sabar menunggu detik lampu hijau menyala.

Anak-anak muda ini adalah para musisi muda Aceh yang berhimpun dalam Gabungan Musisi Aceh (GMA). Petang tadi mereka memulai aksi ngamen bersama untuk penggalangan dana kepada korban banjir beberapa daerah di Aceh.

“Aksi ini adalah bentuk solidaritas musisi muda Aceh terhadap korban bencana banjir yang menimpa saudara-saudara kita seperti di daerah pantai barat selatan, singkil dan lainnya,” kata panitia dokumentasi, Ajir, kepada ATJEHPOSTcom, Rabu, 22 Mei 2013.

Saat lampu merah menyala seorang pengemudi mobil terdengar memanggil salah seorang pengamen.

“Dek, ke sini. Ini sama saya ada sedikit,” ujar pengemudi mobil tersebut memanggil seorang pengamen GMA sambil mengulurkan tangannya ke kardus. Dua anak GMA yang bergitar dan menenteng kardus menghampiri sigap.

Denting gitar akustik dipetik, beberapa musisi lain bernyanyi, si penenteng kardus sumringah sambil mengucapkan terima kasih. Lagu masih terus dinyanyikan. Namun, walau kedengarannya samar oleh bisingnya deru dan klakson kendaraan, anak-anak muda itu masih semangat. Ada keringat yang mengucur di wajah, tapi mimik mereka seperti tak mengenal lelah.[] ihn

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: