Serial komponis dunia: Georg Friedrich Händel (1685 – 1759)

Sejak masa hidupnya Georg Friedrich Händel telah dikenal sebagai komponis kenamaan. Musiknya mengesankan, modern dan sangat populer di Inggris, yang menjadi tanah air keduanya.

Photo Source: Wikipedia
Photo Source: Wikipedia

Georg Friedrich Händel lahir tanggal 24 Februari 1685 di kota Halle di tepi sungai Saale, yang sekarang termasuk negara bagian Sachsen-Anhalt. Ia meninggal dunia tanggal 14 April 1759 di London. Georg Friedrich adalah anak pertama pasangan suami istri Georg Händel dan Dorothea Taust.

Georg Friedrich kecil hidup dalam kecukupan di rumah orang tuanya yang kini menjadi museum di pusat kota Halle. Bangsawan Herzog Johann Adolph pertama dari Sachsen-Weißenfels kerap memanggil ayah Georg Friedrich, yang memiliki citra baik sebagai dokter, ke residensinya yang terletak 30 km dari kota Halle. Georg Friedrich kerap menemani ayahnya ke rumah bangsawan itu, dan memperoleh kesempatan untuk memainkan orgen di gereja istana serta berimprovisasi.

Tidak Disetujui Ayah

Di jaman itu sudah umum bahwa seorang ayah yang punya jabatan dan terkenal di masyarakat tidak akan memberikan banyak dukungan bagi bakat musik anaknya. Tetapi Georg Friedrich menggunakan setiap kesempatan untuk mengumpulkan pengalaman dan mempelajari partitur musik. Ketika itu, istana Neu-Augustusburg, di mana komponis Johann Philipp Krieger berkarya sebagai musisi penuh inovasi dan pemimpin musik gereja, menjadi pusat teater musik berbahasa Jerman.

Johann Philipp Krieger menciptakan 200 kantata, musik untuk ruang kecil atau Kammermusik dan sejumlah besar opera. Kesan-kesan yang diperoleh Händel muda di istana Neu-Augustusburg melebihi segala sesuatu yang dapat ditawarkan kota kecil Halle yang mayoritas penduduknya beragama Protestan. Guru musik pertamanya adalah Friedrich Wilhelm Zachow, pemimpin paduan suara di gereja terbesar Halle, Hallenser Marktkirche. Händel muda juga kerap memainkan organ di gereja tersebut.

Guru Pertama

Handel House Museum di Brook Street, London adalah rumah kediaman Händel di London hingga meninggal dunia.

Dari Zachow Georg Friedrich Händel mulai menimba ilmu tentang dasar-dasar permainan orgel dan komposisi. Walaupun bakat musik Georg Friedrich muda sangat menonjol, ayahnya tetap memutuskan untuk menempatkannya dalam pendidikan akademis yang konvensional. Tahun 1697 ayah Händel meninggal dunia. Setelah menimba pendidikan di sekolah elit, Händel mulai menekuni dunia hukum. Rencananya ia akan memiliki karir di bidang administrasi tingkat tinggi.

Tetapi sangat diragukan, apakah studi yang dijalankan Händel benar-benar intensif, karena hanya empat pekan setelah memulai pelajarannya, Händel menandatangani kontrak untuk bekerja sebagai pemain organ di gereja istana dan gereja kota. Musik lebih penting bagi Händel muda daripada studinya. Ketika itupun sebagai musisi ia sudah menarik perhatian banyak orang.

Penampilan Perdana

Potret komponis jaman Barock tersebut menghiasi alat angkutan umum an menandai peringatan 250 tahun meninggalnya Händel. Awal musim panas tahun 1703 Händel tampil untuk pertama kalinya di kota Hamburg, yaitu sebagai pemain biola di opera. Johann Mattheson, salah satu tokoh paling kontroversial dalam dunia musik Hamburg di paruh pertama abad ke-18 mulai membimbing Händel. Demikian halnya dengan Reinhard Keiser. Karya-karya panggungnya menjadikan kota Hamburg terkenal sebagai pusat opera di seluruh Jerman.

Händel berusaha sebaik mungkin untuk memulai karir sebagai komponis di Hamburg. Ia menulis sejumlah aria, kantata, musik untuk alat musik tekan dan mengiringi opera dengan harpsichord. Tanggal 8 Januari 1705 opera pertamanya yang berjudul Almi­ra digelar untuk pertama kalinya. Gayanya seperti opera Italia, dengan upacara penganugrahan mahkota, balet, kostum yang eksotis dan dekorasi panggung yang meriah. Händel menampilkan karya musik yang mengesankan. Karyanya segera sukses dan disenangi orang yang menonton.

Menuju Roma

 

Enam pekan setelah Almira ditampilkan untuk pertama kalinya, tanggal 25 Februari 1705, Händel menampilkan opera keduanya, Nero. Ketika itu opera benar-benar menjadi titik berat karyanya. Karena masa depan sebagai seniman di opera Hamburg kurang cerah, saat baru berusia 21 tahun Händel memutuskan untuk pergi ke Italia. Musim panas 1706 Händel berangkat menuju Roma, bukan ke Venesia atau Napoli di mana ia harus bersaing dengan komponis opera kondang Antonio Vivaldi atau Domenico Scarlatti. Di kota Roma, ia bersentuhan dengan musik yang tren saat itu dan sebagai komponis ia mendapat asahan terakhir dalam bidang gaya, kecakapan dan teknik.

Setelah terjadinya gempa bumi tahun 1703 di kota Roma, pagelaran opera dilarang melalui dekrit oleh Sri Paus. Namun inilah yang menjadikan semakin maraknya bentuk seni musik yang disebut oratorium. Jenis musik ini tidak berbeda jauh dari opera, baik dari sudut musik maupun dekorasinya. Tetapi dari segi skenario para penyanyi tidak melakukan banyak hal. Di masa itu, hanya pria yang diperbolehkan menjadi pemain dan penyanyi opera, oleh sebab itu bagian-bagian yang seharusnya dinyanyikan perempuan diambil alih oleh penyanyi pria yang dikebiri.

Sukses Besar

Oratorium karya Händel yang berjudul La Resurrezione dipagelarkan untuk pertama kalinya tanggal 8 April 1708 di Roma dan menjadi sukses besar. Marchese Francesco Maria Ruspoli adalah bangsawan yang memberikan tugas kepada Händel untuk menulis oratorium ini. Ruspoli bersama Kardinal Ottoboni memberikan dukungan kepada Händel sebagai pemain organ dan komponis.

Di masa itu imam yang menjadi pejabat tinggi gereja Katolik di Roma kerap menghias diri dengan karya-karya komponis terkenal, sehingga tidak berbeda dengan bangsawan biasa di Eropa utara. Kardinal Benedetto Pamphili juga menjadi pemberi uang bagi Händel. Bagi Pamphlini Händel menulis karya berjudul Concerti grossi à la Corelli dan sejumlah besar kantata.

Ciri Khas Yang Disenangi

Ekspresi dengan intensitas yang sangat tinggi dan warna suara yang khas menjadikan musik Händel berbeda dengan komponis lain di jamannya. Inilah yang juga menjamin kesuksesan dan ketenarannya. Dari Roma ia menciptakan komposisi bagi seluruh Eropa, baik musik gereja, kantata, oratorium, karya musik untuk orkestra dan Kammermusik.

Namun demikian, operanya yang berjudul Agrippina menghasilkan kesuksesan lebih besar yang berlanjut sampai sekarang. Opera tersebut diciptakannya tahun 1709 di Venesia, dan berisi kisah penganugerahan mahkota bagi kaisar Romawi Nero. Saat pagelaran berlangsung penonton ibaratnya tersihir. Seorang komponis yang tidak berasal dari Italia ternyata bisa menggerakkan hati mereka sedemikian rupa, sehingga di sela-sela permainan opera penonton menyerukan, Viva il caro Sassone, “Hidup orang Sachsen yang tercinta!”. (ml)

Source: DW.DE

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: