Für Elise: Melodi Paling Populer Karya Beethoven

“Für Elise” atau: untuk Elise. Begitulah judul karya pendek komponis Jerman Ludwig van Beethoven yang paling dikenal dan disukai di dunia. Siapa sebenarnya Elise?

Bagi seniman besar seperti dirinya, semua pengalaman hidup dan semua kesedihan serta kegembiraan menjadi sumber inspirasi bagi karya-karyanya, misalnya melodi indah yang terkenal dengan sebutan “Für Elise”. Ini adalah salah satu melodi paling populer dan paling disukai dalam sejarah musik klasik. Judulnya: Klavierstück in a-Moll atau karya untuk piano dalam tangga nada a-moll.

Di bawah judulnya, Beethoven membubuhkan kata-kata “Für Elise” atau: untuk Elise. Di samping itu tertera juga kata-kata “tanggal 27 April, sebagai kenangan dari Ludwig van Beethoven”. Tahun karya itu ditulis dapat diketahui dengan mudah. Beethoven menulis melodi indah ini dalam buku catatan yang bertanggal: musim semi 1810. Tetapi sampai sekarang masih belum terjawab, siapa sebenarnya Elise? Sementara itu, melodi karya Beethoven ini telah diadaptasi ke berbagai jenis musik dunia. Misalnya jazz atau juga cha-cha.

Gadis Misterius

Melodi ini juga di kenal orang-orang yang sama sekali tidak mengenal musik klasik. Jika Beethoven masih hidup dan mendapat bagian keuntungan setiap kali karyanya dimainkan, maka lewat satu karya pendek ini saja, ia sudah kaya-raya. Tetapi tidak banyak yang memikirkan siapa sebenarnya Elise. Padahal berkat gadis ini karya sederhana yang abadi tersebut bisa diciptakan. Pakar musik Klaus Martin Kopitz dari Berlin percaya, telah berhasil memecahkan teka-teki gadis misterius bernama Elise itu.

Sejak beberapa tahun lalu, Kopitz mengerjakan sebuah buku yang temanya: Beethoven dari sudut pandang orang-orang jamannya. Buku ini mencakup semua tulisan dari orang-orang yang mengenal Beethoven secara langsung. Jadi sumbernya dari buku harian, surat-surat, puisi dan ingatan. Penelitian seperti ini otomatis harus mengikutsertakan sejumlah perempuan tertentu yang dikenal Beethoven. Salah seorang dari mereka adalah Elisabeth Röckel. Demikian tutur Kopitz.

Untuk Elisabeth

Elisabeth Röckel yang lahir tahun 1793 adalah adik perempuan termuda penyanyi bernama Joseph Röckel. Penyanyi Joseph Röckel memainkan figur Florestan dalam opera karya Beethoven yang berjudul Fidelio. Opera itu dipagelarkan tahun 1806 di bawah pimpinan sang komponis sendiri. Mulai saat itu, Joseph Röckel menjadi teman setia Beethoven. Adik Joseph yang cantik, yang di kalangan kerabat dipanggil dengan nama akrab Elise, juga berteman baik dengan Beethoven. Elise adalah gadis yang ceria. Ia juga sangat berbakat di bidang musik. Ia dapat bermain piano dan setelah dewasa menjadi penyanyi.

Musim semi tahun 1810 ia pindah ke kota Bamberg, untuk mulai bekerja sebagai penyanyi di teater kota itu. Di kota itu ia kemudian memiliki banyak penggemar, di antaranya pujangga terkenal E.T.A. Hoffmann. Bagi pakar musik Klaus Martin Kopitz ini adalah argumen berikutnya yang mendukung teorinya. Karena Beethoven membubuhkan kata-kata “sebagai kenangan”, kemungkinan besar Beethoven akan berpisah dengan Elisabeth Röckel atau Elise. Di samping itu keduanya tampaknya kenal baik, sehingga Beethoven mempersembahkan karyanya bagi “Elise” dan bukan bagi “nona Röckel”. Persahabatan mereka juga dapat dilihat dari beberapa dokumen.

Teman Baik Sang Komponis

Kopitz menuturkan, yang menarik, Elise sendirilah yang menceritakan semua itu. Ia tidak sungkan menceritakan bagaimana ia berteman dengan Beethoven. Menurut ceritanya, bereka berteman erat. Elise bercerita kepada Ludwig Noll tentang sebuah acara di rumah gitaris terkenal Mauro Giuliani, juga dengan Johann Nepomuk Hummel yang kemudian menjadi suaminya. Elise menulis, “Beethoven tidak berhenti menggodanya, dengan gayanya yang khas sebagai orang dari daerah sungai Rhein.”

Elise akhirnya memutuskan menikah dengan Johann Nopomuk Hummel. Tetapi ini tidak mengganggu hubungan keduanya dengan sang komponis Beethoven. Elisabeth mengunjungi Beethoven beberapa hari sebelum seniman besar itu meninggal, bulan Maret 1827. Seperti kebiasaan di masa itu, Elisabeth memotong sedikit rambut Beethoven, untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Beethoven juga menghadiahkan alat tulisnya yang terakhir kepada Elisabeth.

Berkat Ulah Pakar Musik

Sekarang orang bertanya-tanya, bagaimana Elisabeth Röckel bisa dilupakan begitu saja oleh para pakar musik klasik selama puluhan, bahkan ratusan tahun. Dan bagaimana peranan seorang perempuan lainnya, Therese Malfatti dalam masalah ini? Apa Therese saingan Elise? Kesalah pahaman dalam masalah ini diakibatkan dua orang pakar musik, yaitu Ludwig Nohl dan Max Unger. Keduanya sebenarnya pakar Beethoven yang dapat diandalkan.

Ludwig Nohl menemukan album dari tahun 1865 dan menemukan nama Elise. Ia kemudian mempublikasikan album Beethoven tersebut, tetapi ia tidak mengetahui siapa sebenarnya Elise. Tulisan asli Beethoven kemudian hilang. Tetapi naskah asli itu pernah disimpan oleh Therese Malfatti yang pernah hampir dinikahi Beethoven. Pakar musik kedua, Max Unger kemudian mengubah tulisan Beethoven, dari “Für Elise” menjadi “Für Therese”. Sehingga sesuai dengan nama perempuan yang akan dinikahi komponis itu. Di awal tahun 1810, Therese Malfatti dikenal sebagai tunangan Beethoven, yang ketika itu berusia 39 tahun.

Therese Yang Cemburu

Sebuah masalah lain sempat membingungkan juga, bagaimana Therese dapat memiliki not karya musik yang dipersembahkan bagi Elise? Kedua perempuan tersebut saling mengenal, dan kemungkinan saling bertukar karya musik yang ditulis Beethoven.

Tetapi pakar musik klasik Klaus Martin Kopitz dari Berlin punya dugaan lain lagi, yang tidak ilmiah. Ia bertutur, “Katakanlah, Therese Malfatti datang ke rumah Beethoven. Kemudian Therese melihat sebuah komposisi di atas piano, di mana tertera ‘bagi Elise’. Therese kemudian bertanya, siapa Elise itu? Kamu kan akan menikahi saya.” Dari segi waktu memang agak memalukan, untuk membuat sebuah karya bagi Elise, sementara yang akan dikawini adalah Therese. Demikian ujar Kopitz selanjutnya.

Jadi Therese yang cemburu bisa jadi mengambil karya itu, sebelum sempat diberikan kepada Elise, siapapun gadis itu. Walaupun masih menjadi pertanyaan, siapa tahu Elise yang misterius akan segera dapat diketahui identitasnya oleh masyarakat umum.

Anastassia Boutsko / Marjory Linardy/Editor: Asril Ridwan

Source: DW.DE

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: