#MusisiAcehPeduli: Persahabatan Yang Tulus dan Luar Biasa

Yudi Kurnia memegang T-Shirt Banda Atjeh Death Metal
Yudi Kurnia memegang T-Shirt Banda Atjeh Death Metal

Luar Biasa!! Spektakuler! Extra Vaganza!! Saya kehabisan kata-kata untuk melukiskan apa yang terjadi selama dua minggu terakhir. Sebuah kekaguman yang saya rasakan melihat aksi  teman-teman musisi Aceh yang  terlibat dalam kegiatan-kegiatan  GMA selama ini terutama dua yang terakhir: Ngamen Untuk Korban Banjir dan Not Just Noise 3.

Bencana alam banjir yang menimpa pesisir Barat dan Selatan Aceh, dan Simeulue, telah menimbulkan simpati yang besar dari kita semua. Sebuah kesedihan yang kita rasakan melihat gambar-gambar yang muncul di televisi, media cetak dan online. Ingatan pun kembali ke beberapa tahun yang silam di saat seluruh dunia berduka dan menangis melihat nasib Aceh yang bagaikan baru di-bom nuklir paska surutnya pasang tsunami. Korban jiwa dan harta yang tidak terhitung jumlahnya. Dari seluruh penjuru dunia bantuan pun datang. Uluran tangan para sukarelawan yang melakukan kerja-kerja kemanusiaan, memberi harapan dan semangat bagi kami warga Aceh yang saat itu sedang tertimpa duka. Mungkin memori kesedihan dan kehilangan itu belum sirna dari benak kita, tapi saya percaya kita semua tidak menyerah dan akan “move on” mengisi ruang dan waktu yang diberikan Allah Swt hingga akhir hayat dikandung badan.

Sebuah kesepakatan didapatkan didalam pertemuan yang diadakan di Pak Nek Kupi Peunayong pada tanggal 14 Mei 2013. Hadir para pengurus dan wakil dari sayap-sayap GMA. Kami sepakat, sekarang saatnyalah “uluran tangan” itu datang dari kita! Kami sadar “uluran tangan” itu tidak akan besar dan tidak akan banyak. Tapi selama dilakukan dengan ikhlas pasti berguna dan diridhoi Allah SWT. Sebuah aksi yang diberi nama #MusisiAcehPeduli menjadi kesimpulan rapat malam itu.

Alhamdulillah, dukungan besar kami peroleh dari seluruh anggota dan simpatisan. Hari Rabu dan Kamis petang, 22 dan 23 Mei 2013. Simpang Lima Banda Aceh mendadak dipenuhi dengan musisi-musisi yang mengamen dengan penuh semangat. Bahkan salah satu musisi senior kakak Poppy Gade ikut hadir selama dua hari berturut-turut dengan energik. Spirit kak Poppy tentunya memberi inspirasi dan membunuh kelelahan kami para musisi muda yang kepanasan oleh sinar terik matahari  saat itu. Bagi yang datang dan melihat, pasti terharu melihat kesungguhan rekan-rekan musisi Aceh ini.

Untuk pertama kalinya, Konser Not Just Noise 3 dipentaskan di panggung Arena Taman Budaya setelah dua kali NJN diadakan di depan kantor GMA, di gedung DKA yang tersembunyi dibalik ilalang-ilalang tinggi yang menghiasi halaman belakang komplek Taman Budaya. Untuk pertama kali juga panitia mengurus perizinan, baik tempat maupun keamanan. Panitia pun mulai mengundang media dan bahkan mengundang pejabat negara!

Sudah saatnya metalhead Banda Aceh dihargai oleh semua pihak, jangan hanya dipandang sebelah mata oleh mereka-mereka yang tidak mengerti dan sinis terhadap jenis musik seperti ini. Alhamdulillah, pejabat negara yang datang bukan orang sembarangan: Yudi Kurnia, Ketua DPRK Banda Aceh.
Yudi Kurnia yang akrab kami panggil dengan Bang Boy adalah seorang musisi juga. Terkenal sebagai bassist band Galapagos yang ngetop di era akhir 80-an dan 90-an. Bang Boy adalah sebuah inspirasi bagi musisi muda: Seorang Musisi pun bisa menjadi tokoh masyarakat! Bang Boy dalam sambutannya memberi support dan apresiasi terhadap kegiatan-kegiatan GMA yang menurutnya sangat positif. Beliau sepakat setiap orang punya selera masing-masing dalam bermusik, dan itu harus dihargai. Bahkan Bang Boy bersedia “pasang badan” bagi GMA dalam setiap aktifitasnya baik event konser maupun workshop, dan lain-lain.

“Selama masih dalam koridor Syariah”. Katanya mengingatkan didalam pidato singkat malam itu.

14 band bermain dengan penuh semangat dan keren di hari Minggu tanggal 26 Mei 2013. Cuaca yang semula kami khawatirkan akan memburuk — mengingat siang hari angin kencang dan mendung tebal menutupi Taman Budaya — ternyata sangat cerah! Penonton pun sangat tertib dan panitia bekerja dengan riang gembira. Sebuah persahabatan yang tulus dan indah terpancar di setiap candaan para musisi dan penonton.

Masih ada dua buah event lagi tersisa di dalam rangkaian #MusisiAcehPeduli, yaitu Bassist Day 3 dan Drummer Day 2, semoga kita tetap kompak dan bersatu.

Dalam kesempatan ini kami juga bermaksud mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Yudi Kurnia, Kapolresta Kombes Moffan dan jajaran, Bang Allaudin (Udin), Panitia Ngamen Untuk Korban Banjir (Olenk Cs), Kak Poppy Gade ‘cs, Bising Crew (Ais ‘cs), Ifan dan Gugum Middlefinger, Kepala Taman Budaya, Ketua DKA Teuku Kamal Sul, seluruh pengurus dan anggota GMA, Komgit Aceh, B-Bass Aceh, Indonesian Drummers Atjeh, Banda Aceh Death Metal, AM Records, Bang Moritza Thaher, Gading Hamonangan, Risman A Rachman, Apa Kaoy, Saiful, Aceh Media Kreasindo, Generasi Kuneng, Reumeh Kupi, ACEHMUSICIAN.ORG, Atjehpost, Clas Mild dan Jazy Mild, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu-satu.

All for one and one for all! Salut dari kami pengurus untuk semua yang terlibat didalam aksi #MusisiAcehPeduli.

Salam,

Teuku Mahfud
Ketua Umum Gabungan Musisi Aceh
 
Foto: Saiful
Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: