Sejarah Musik Jazz: Free Jazz (Periode 1940 – 1950)

Musik jazz telah melewati sejarah yang cukup panjang. Berawal dari New Orleans, jazz telah menjelma menjadi sebuah industri musik yang mapan dan memiliki penggemar yang fanatik.

Berikut ini adalah berbagai style dalam jazz yang kami hadirkan untuk anda dari majalah jazz horizon-line.com dengan seizin founder-nya Mr. Yollis Michdon Netti

ornettecoleman1

Free Jazz

Periode 1940 – 1950

Free Jazz adalah aliran jazz yang mulai berkembang pada era 1950-an, dan 1960-an. Kemunculan aliran ini kemungkinan disebabkan adanya kekecewaan akibat pembatasan aliran jazz pada bebop, hardbop dan modal jazz yang berkembang pada 1940-an dan 1950-an. Sejumlah musisi jazz dengan cara mereka masing-masing, mencoba untuk memisahkan, mengembangkan, atau memecah kebiasaan jazz, seringkali dengan mengubah chord dan tempo. Meski sering dianggap  eksperimental, free jazz juga sering dianggap sebagai upaya untuk mengembalikan jazz ke masa “primitif”, atau ke akar  agama musik jazz.

Contoh paling awal dari bentuk improvisasi bebas ini adalah: sepasang rekaman Lennie Tristano, pada tahun 1949, yaitu  Intuition dan Digression. Namun, kedua rekaman ini nampaknya tidak berpengaruh langsung dalam perkembangan free  jazz. Pada pertengahan 1950-an rekaman album Ornette Coleman, Somethin Else! dan Tomorrow Is the Question dan dua album pertama Cecil Taylor, Jazz Advance dan Looking Ahead dianggap menjadi awal munculnya free jazz, meski kedua musisi ini masih menggunakan elemen-elemen bebop dan hard bop.

Di Eropa, free jazz mulai berkembang melalui eksperimen seorang pemain saksofon alto asal Jamaika, Joe Harriott.  Berawal pada akhir 1950-an, Harriott mengerjakan konsep originalnya yang kemudian dia sebut bentuk bebas (free  form). Eksplorasi Harriott ini dalam berbagai sisi sejalan dengan apa yang dikerjakan Ornette Coleman, namun  sayangnya hasil karya Harriott tak terlalu dikenal di luar Inggris. Sebenarnya, genre free jazz awalnya lebih  dikenal sebagai genre instrumental. Namun, beberapa nama seperti Jeanne Lee dikenal sebagai seorang penyanyi free jazz  kenamaan. Nama lain yang juga patut dicatat misalnya Sheila Jordan, Linda Sharrock dan Patty Waters.

Seperti  perkembangan jazz, kemunculan free jazz juga sangat terkait dengan pengalaman bangsa Afrika-Amerika. Dalam  perkembangan bebop pada 1940-an, dan free jazz pada era 1960-an, menunjukkan bahwa kedua aliran ini jauh lebih  rumit, sulit digunakan sebagai iringan dansa, dan tak begitu diminati penikmat jazz kulit putih. Sebagian musisi free jazz  juga menganggap aliran ini sebagaisebuah jalan keagamaan, sebagai sarana meditasi atau refleksi diri seperti dalam album John Coltrane atau Repent karya Charles Gayle.

Musisi Free Jazz:
Muhal Richard Abrams, The Art Ensemble of Chicago, Albert Ayler, Anthony Braxton, Don Cherry, Ornette Coleman,  John Coltrane, Bill Dixon, Eric Dolphy, Clifford Jarvis, Jazz Composer’s Orchestra of America , Steve Lacy, Sun Ra, Steve Reid, Pharoah Sanders, Archie Shepp, Cecil Taylor, Alice Coltrane, Alan Silva , Dsb.

Album Free Jazz:
A Love Supreme [Verve Reissue] (John Coltrane), A Love Supreme (John Coltrane), Art Ensemble 1967/68 (The Art Ensemble of Chicago), Ascension (John Coltrane), Atlantis (Sun Ra), Deaf Dumb Blind [Summun Bukmun Umyun] (Pharoah Sanders), Fire Music (Archie Shepp), Four for Trane (Archie Shepp), Free Jazz [A Collective Improvisation]  (Ornette Coleman Double Quartet), Karma (Pharoah Sanders), dsb.

(Ervan/Yollis/berbagai sumber)

Source: horizon-line.com

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: