Personil band Dwiki Dharmawan bicara tentang cara memadukan nada tanpa latihan

by: Darmansyah Muda | Sabtu, 08 Juni 2013 21:20:00 WIB  | Source: ATJEHPOSTcomklinik-jazz-miko

SAAT manggung di Klinik Jazz Banda Aceh, para personil band Dwiki Dharmawan sempat dicecar pertanyaan dari penonton tentang cara memadukan ide dan nada sehingga tetap kompak meski lagu yang dibawakan terinspirasi secara tiba-tiba.

Agam Hamzah selaku gitaris mengatakan dalam bermain Jazz selalu ada leaders atau pemimpin.

“Dwiki merupakan leaders, jadi untuk menghargai perintah seorang pemimpin maka kita harus mampu memahami maksud dan tujuan dari pada si pemimpin,” ujar Agam Hamzah dalam acara Klinik Jazz Banda Aceh di Gelanggang Mahasiswa Unsyiah, Sabtu 8 Juni 2013.

Ia mengatakan, jika pemusik tidak bisa mengikuti apa yang diinginkan seorang leaders maka iramanya akan terpecah.

“Yang terpenting yang harus kita miliki dalam bermusik adalah keikhlasan dan selalu kompak,” ujar Agam Hamzah.

Adi Darmawan (bassist) juga mengatakan hal yang sama. Bahkan, kata Adi, dalam tim mereka Dwiki masih junior dari segi usia. Namun dari segi bermusik terutama Jazz Dwiki merupakan senior.

“Jadi tanpa mendeskriditkan diri, kami harus bisa memahami apa yang diinginkan pemimpin. Kami harus bisa memahami dan membaca setiap iringan nada, sehingga mampu mengimbangi,” ujarnya.

Sedangkan Garry Herb selaku drummer mengatakan, menjadi pemusik itu profesi. Maka seorang pemusik, kata dia, bertanggung jawab dalam memberikan penampilan yang lebih baik.

“Ketika kita bisa bersikap professional, maka sesulit apapun dalam setiap hal bisa dijalankan dengan baik, begitu juga dalam bermusik,” ujarnya.

Klinik Jazz Banda Aceh 2013 dilaksanakan oleh Atjeh Jazz yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh dan Universitas Syiah Kuala.

Di acara Klinik Jazz Banda Aceh itu, Dwiki yang memegang keyboard tampil bersama Agam Hamzah (Gitar), Adi Darmawan (Bass), Garry Herb (Drummer), dan Marwan (Terompet).

Saat Tarek Pukat dibawakan maestro jazz Indonesia itu, para penonton ikut meliuk-liukkan badan dan bertepuk tangan.

Dwiki mengaku Tarek Pukat tak masuk dalam daftar lagu yang bakal dibawakan dalam acara itu.

“Jadi saat kami bawakan lagu Tarek Pukat tadi jujur kami tidak melakukan latihan terlebih dahulu. Lagu itu kami bawakan secara spontan,” ujarnya.

Dimulai sekitar pukul 14.15 WIB tadi siang, Klinik Jazz Banda Aceh dibuka dengan penampilan Milky Way. Baru setelah itu Dwiki Dharmawan tampil. Seusai Dwiki, konser dihentikan sejenak karena waktu salat Asar.

Setelah itu tampil pada sesi kedua, band Milky Way, King Of Fire dan Project NAD. Baru kemudian ditutup dengan penampilan Moritza Thaher Trio.

Acara yang diiniasi oleh ATJEHPOSTcom dan The Atjeh Times itu tersebut juga didukung oleh Gabungan Musisi Aceh, Sekolah Musik Farabi Jakarta, Sekolah Musik Moritza, FAM Studio, Komunitas twitter @iloveacehrayeuk, Flamboyant FM serta lembaga-lembaga mahasiswa yang ada di Unsyiah.

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: