RockLaw ziarahi makam musisi rock Surabaya

Untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dan ulang tahun yang ke delapan, Komunitas Rocker Lawas atau RockLaw Community akan mengadakan ziarah ke makam musisi rock Surabaya yang pernah mengharumkan nama kota itu hingga ke tingkat nasional.

Ziarah yang diadakan pada hari Kamis, 18 Mei 2017 akan dimulai dari TPU Tembok, untuk mengunjungi makam dua sahabat sehidup-semati almarhum Gombloh dan almarhum Viki Vendy. Lalu dilanjutkan ke TPU Kebraon Tegal dimana almarhum rocker legendaris Ucok AKA dimakamkan.

TPU Keputih menjadi salah satu tujuan berikutnya, tempat almarhumah Sari Tiwuk, mantan personil band cewek Zenith bersemayam untuk selama-lamanya.

Makam almarhum Pungky Dheaz, mantan vokalis Andromedha, Power Metal dan Kalingga di Delta Surya Sidoarjo menjadi pamungkas kegiatan ziarah ini.

**

Sudjarwoto Sumarsono atau yang lebih dikenal dengan nama Gombloh adalah legenda musik pop country Indonesia. Lagu-lagu ciptaannya, baik yang dibawakan sendiri maupun oleh orang lain banyak yang menjadi hits secara nasional. Siapa yang tidak kenal dengan lagu Kugadaikan Cintaku yang diputar di radio secara masif di era 80-an? Dan, lagu Kebyar-kebyar, yang sudah menjadi lagu wajib nasional tidak resmi, yang liriknya bisa membakar rasa patriotik siapa pun yang menyanyikannya.

Gombloh meninggal pada tanggal 9 Januari 1988 di usia 39 tahun dan dimakamkan di TPU Tembok Surabaya.

Viki Vendy (dikenal juga sebagai Vicky Vendy) adalah sahabat karib Gombloh semasa hidupnya. Seperti tak dapat terpisahkan, Viki pun menyusul Gombloh selang dua bulan kematiannya.

Vicky adalah penyanyi yang telah mengeluarkan lebih dari 10 buah album. Hampir semuaya dirilis oleh perusahaan rekaman Nirwana Surabaya, label yang juga menaungi Gombloh. Vicky termasuk kerap menyanyikan karya-karya Gombloh. Album Duka Seorang Gadis di awal 80-an membuka jalan bagi Vicky untuk dikenal hingga seantero nasional.

Ketika Gombloh meninggal, Vicky membuat sebuah album yang berjudul Selamat Jalan Gombloh yang konon tidak disetujui oleh keluarga mendiang. Tidak lama kemudian, Vicky menyusul sahabat sejatinya menemui Sang Khalik.

 

Andalas Datuk Oloan Harahap atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Ucok AKA (mengacu ke nama bandnya AKA atau Apotik Kali Asin), adalah termasuk pionir di blantika musik rock Indonesia. Lagu-lagu kuartet Ucok (vokal), Syech Abidin (drum), Sunata Tanjung (gitar) dan Arthur Kaunang (bass) menjadi hits nasional era 60-an akhir dan 70-an.

Aksi panggung yang unik dan akrobatik Ucok membuat nama AKA dibicarakan di mana-mana. Ketika AKA bubar di tahun 1975, Ucok masih melanjutkan keunikan dan keglamorannya bersama proyek-proyek musik berikutnya. Vokalis eksentrik ini meninggal pada tanggal 3 Desember 2009 di umur 66 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan 7 anak.

Sugeng Purwanto alias Pungky Dheaz adalah salah satu vokalis heavy metal yang cukup disegani di era 80-an dan 90-an ketika masa kejayaan musik cadas sedang di puncak. Semasa hidupnya, Pungky dikenal sebagai punggawa band Power Metal dan Andromedha, yang dua-duanya memiliki aliran yang sama dan bahkan suka saling bertukar pemain. Bersama Andromedha, Pungky menelurkan hit Lamunan yang sekarang telah menjadi klasik.

Dengan formasi awal Power Metal, Pungky sempat mengggebrak bersama Kalingga, band yang mengawinkan unsur musik Jawa dengan rock secara masif di tahun 1997.

Pungky Dheaz meninggal tanggal 9 September 2013 pada usia 58 tahun.

***

 

Kartika Asianto Undoyoko atau yang lebih dikenal sebagai Abah Dodon adalah salah satu penggerak komunitas RockLaw. Pria lulusan Teknik Sipil ITS ini meceritakan kepada www.Musik.or.id mengenai keberadaan komunitas ini.

“RockLaw atau Rocker Lawas didirikan setelah melihat kehidupan para rocker Surabaya, yang dulunya punggawa atau jawara panggung, sekarang kesulitan hidup dan ekonominya. Gaji main di kafe atau pub atau lounge sangat minim tidak terhargai,” katanya.

RockLaw berdiri pada tanggal 12 Mei 2009 dengan semangat awakening (bangkit), unity (berkumpul), respect (saling menghormati antar generasi), dan solidarity (rasa solidaritas).

Kegiatan paguyuban ini lebih bersifat sosial seperti penggalangan dana untuk musisi yang sakit atau meninggal, ziarah, gathering dan membuat event.

Pada September 2015, sebuah album kompilasi berjudul Rocklaw #1 dirilis dengan mengetengahkan rocker-rocker senior Surabaya seperti QuarterMaster, Laskar Metal, Andromedha, Ningrat, Warhead dan One Way. Abah Dodon menyebutkan mereka sedang memproses lahirnya kompilasi volume kedua.

Dengan anggota yang hampir mencapai 300-an, Rocklaw secara rutin mengadakan dua even tahunan seperti konser anniversary dan Jambore Rocklaw (sejak 2013). Mereka juga mengadakan konser peringatan Hari Kartini dengan menampilkan lady-lady rocker asal Surabaya.

Vokalis band tribute Metallica Laskar Metal ini mengungkapkan bahwa komunitas tersebut banyak didukung oleh  Sekda Kabupaten Lamongan Yurohnue Effendi, yang juga merupakan pembina RockLaw.

Abah Dodon yang merupakan kolektor CD hingga 4000 keping, 1000 buah lebih kaset, dan 850 unit vinyl ini sehari-hari berprofesi sebagai kontraktor dan distributor oksigen.

Long live old soldiers!

*****

Photo credit: Surabayastyle.com

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: