Ketua DPRK Tampil Pada Malam Amal Untuk Gayo

yudi kurnia moritza thaher
Yudi Kurnia – Moritza Thaher

Banda Aceh (07/07) Ketua DPRK Banda Aceh, Yudi Kurnia, ikut tampil pada perhelatan malam amal untuk korban gempa Gayo di Indoor Taman Budaya Banda Aceh, Sabtu malam, 6 Juli 2013.

Selain ikut tampil di panggung memainkan gitar, Yudi Kurnia juga membeli sebuah foto yang dilelang oleh panitia. Acara yang bertajuk “Malam Seribu Kasih Untuk Gayo“ itu  digelar oleh puluhan komunitas dan lembaga di Banda Aceh.

Acara diawali dengan tampilan Amoba Band. Selanjutnya para pengunjung dibawa larut dalam kesenduan ketika Celia Cinta, penyanyi cilik berusia 5 tahun tampil ke menyanyikan lagu  kami ada untukmu. Hal yang sama juga terjadi ketika penyanyi Jamal Abdullah membawa lagu senada.

Joel Pase yang membawakan lagu etnik juga tak kalah menariknya. Begitu juga dengan Moritza Thaher yang mengenakan kostum mirip Michael Jakson. Pentas amal itu diselingi dengan pelelangan foto dan lukisan, serta penggalangan dana dari penonton melalui kotak amal yang dibawakan panitia.

Pada sesi pertama dilelang foto harimau dalam sangkar di Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BSKDA) Aceh. Foto hasil karya fotografer Aceh Chaidir Mahyuddin ini dibeli oleh Ketua DPRK Banda Aceh, Yudi Kurnia. Sementara foto kedua adalah pelepasan penyu ke laut dibeli oleh seorang ibu dari Gayo Lues.

Ketika ditanya Agus Nurakmal (PMTOH) yang menjadi MC acara, mengapa ia membeli foto yang dilelang tersebut, Yudi Kurnia mengatakan ia suka karena kisah di balik foto itu, yakni foto itu merupakan foto terakhir yang dijepret sebelum harimau sumatera itu mati. “Saya suka kisah di balik fotonya,” kata Yudi Kurnia.

Selain membeli foto yang dilelang, Yudi Kurnia juga tampil di pangung bersama musisi dari Gabungan Musisi Aceh (GMA), Mahfud dan Moritza Thaher. Mahfud memainkan drum, Moritza di keybord, sementara Yudi Kurnia di gitar. Penampilan ketiganya bersama seorang penyanyi berhasil menghibur penonton. Padahal menurut Yudi Kurnia, mereka baru latihan sore sebelum acara dimulai.

Pentas malam amal untuk Gayo itu juga diselingi dengan lelang lukisan dari pelukis Rein Asmara. Pelukis asal Sumatera Utara yang kini berdomisili di Aceh ini membawa dua lukiasan. Lukisan pertama berisi barisan pasukan pejuang Aceh berteduh di bawah pohon rindang, satunya lagi lukisan tentang gempa bumi di Gayo.

Lukisan tentang gempa Gayo baru selesai dibuatnya sekitar 60 persen. Ia melelang lukisannya dengan harga Rp10 juta. “Lukisan tentang gempa Gayo ini baru saya lukis sore tadi, ini baru siap 60 persen,” jelasnya.

Semua hasil lelang dan sumbangan yang didapat pada malam amal itu akan disumbangkan untuk korban gempa bumi di Bener Meriah dan Aceh Tengah.[adi]

Spurce: DPRK-BANDAACEH

Facebook Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: